BANTEN RAYA.COM – Perebutan tiket lolos babak 8 besar di grup D berlangsung dramatis. Harimau Indonesia (Harin) akhirnya keluar sebagai juara grup D setelah di laga terakhir berhasil mengalahkan Persitangsel dengan skor 2 -0 di Stadion Heroik, Kota Serang kemarin.
Kemenangan ini membuat Harimau Indonesia mengoleksi 3 poin dan berhak berada di puncak klasemen karena memiliki selisih plus 1 gol. Sebelumnya Harin kalah atas Raga Negeri dengan skor 0-1.
Raga Negeri tampil sebagai runner up dengan koleksi sama 3 poin namun mereka memiliki selisih gol 0 sebab memasukan 2 dan kemasukan 2 gol.
Persitangsel harus merana walaupun mengoleksi 3 poin setelah menang atas Raga Negeri 2-1 namun di laga terakhir harus kalah oleh Harin dengan skor 2-0. Persitangsel minus satu gol dimana memasukan 2 gol dan kemasukan 3 gol.
Dengan hasil ini maka di babak 8 besar Harin sebagai juara grup D akan menghadapi runner up grup B yakni Bantara SC dan Raga Negeri akan menghadapi juara grup B yakni Persic Cilegon.
Baca Juga: Dapat Jaminan, Polda Banten Tangguhkan Penahanan Lima Santri Tersangka Pembakaran Kandang Ayam
Usai laga pelatih Harimau Indonesia Lebry mengatakan kunci kemenangan adalah dirinya memotivasi pemain bahwa peluang timnya di grup D untuk lolos babak 8 besar masih terbuka. Dengan hanya ada tiga tim di grup ini maka satu kemenangan bisa memastikan tiket untuk lolos babak selanjutnya.
“Usai kalah di laga perdana melawan Raga Negeri 1-0 saya memotivasi pemain bahwa peluang untuk lolos masih terbuka syaratnya harus menang melawan Persitangsel. Saya gembira kerja keras anak-anak membuahkan hasil dan kami mengalahkan mereka dengan skor 2-0,” tegasnya.
Setelah lolos menuju babak 8 besar tentunya sejumlah persiapan akan dilakukan pihaknya untuk menghadapi lawannya Bantara SC nantinya di Stadion Seruni, Kota Cilegon.
“Kami tidak bisa bersenang-senang karena langsung mempersiapkan partai selanjutnya yang digelar hari Sabtu ini di Cilegon,” katanya.
Beberapa persiapan yang dilakukan yakni melatih penyerang depan agar lebih mematikan di lini pertahanan lawan. Dalam laga terakhir sebenarnya banyak peluang namun komunikasi yang buruk membuat peluang mencetak gol jadi buyar.
“Pergerakan pemain dan operan masih salah sehingga bek lawan dengan mudah membaca serangan kami. Harusnya jangan ragu dan jika memasuki area penalti langsung melakukan tembakan jangan digocek terus,” jelas Lebry.
Baca Juga: Dimulai Pekan Depan, Kota Cilegon Jalankan Program Makan Bergizi Gratis untuk 3.290 Siswa
Terkait lawannya, dia mengaku masih buta kekuatan Bantara SC. Namun prinsipnya timnya harus main disiplin dan kerja keras untuk meraih kemenangan. Tim yang lolos 8 besar tentunya tim terbaik jadi tidak boleh meremehkan dan tetap fokus selama pertanidngan.
“Atmosfirnya pasti beda dengan babak penyisihan di babak 8 besar. Jadi saya meminta komunikasi ditingkatkan dan jangan bikin kesalahan yang berakibat fatal. Kami juga akan memanfaatkan waktu istirahat yang hanya kisaran dua hari untuk mengisi stamina anak-anak,” tutupnya. (***)



















