BANTENRAYA.COM – Bursa Efek Indonesia atau BEI Banten, mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) untuk memperkuat aspek perekonomian perusahaan.
Salah satu yang disarankan BEI Banten kepada BPR dan BPRS adalah melalui Initial initial public offering (IPO).
Kepala BEI Banten Fadly Fatah mengatakan, sebagai Self Regulatory Organization (SRO) yang bergerak di wilayah provinsi terus memberikan pemahaman terhadap lembaga perusahaan terutama BPR di Banten.
Baca Juga: 7 Fakta HMPV yang Sedang Merebak di China, Virus Menular Penyerang Pernapasan
“Regulasinya memang sudah ada, namun belum ada satupun BPR atau BPRS yang IPO secara nasional,” katanya kepada Bantenraya.com, di Jalan Veteran Nomor 5, Cipare, Kota Serang, Selasa 7 Januari 2025.
Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilisuntuk dapat IPO dalam POJK aturan terbaru mengenai BPR dan BPRS dalan POJK Nomor 7 Tahun 2024 tentang BPR dan BPRS.
Meski demikian, guna meningkatkan kualitas dari perusahaan yang akan melantai di bursa saham OJK maupun BEI akan memperkuat seleksi terhadap calon emiten yang akan dimiliki oleh masyarakat.
Baca Juga: Masih Ada Kesempatan, Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap 2 Kembali Diperpanjang Sampai 15 Januari 2025
“Kalau dari penilaian emiten yang sudah melantai itu penilaian dari investor, kami tidak bisa mengendalikan hal tersebut,” ungkapnya.
“Namun memang ada tahapan yang diperketat tidak bisa saya sampaikan, bersama regulator pada saat sesi wawancara, bagaimana para perusahaan yang akan IPO ini meyakinkan regulator tadi,” ungkapnya.
Kehadiran OJK di Provinsi Banten juga menjadi salah satu daya dongkrak untuk BEI Banten lebih memasifkan inklusi keuangan dan literasi keuangan, tidak hanya masyarakat namun juga perusahaan.
Baca Juga: Karir Pemain Patrick Kluivert, Mengorbit Bersama Ajax dan Menjadi Bintang Bersama Barcelona
“Kita tahu bahwa inklusi keuangan ini masih rendah, kita akan lebih mudah masuk ke perusahaan secara lebih soft,” tuturnya.
“Saat ini memang baru ada 17 perusahaan yang melantai di bursa wilayah Provinsi Banten dari total 900 lebih emiten yang ada,” terang Fadly.
Berkat kemajuan digitalisasi, saat ini jumlah investor saham di Provinsi Banten tercatat ada sebanyak 800 Ribu Single Investor identification (SID), meningkat 70 persen dari target BEI Banten.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah di Serang Makin Pedas, Dalam 4 Hari Tembus Rp110.000 per Kilogram
“Target yang kita harapkan memang 100 ribu SID ini meningkat berkat digitalisasi, namun naik signifikan,” ujarnya.
“Berkat itu juga, pernyataan terkait dengan saham adalah judi kemarin kita banyak yang belain juga. Ini merupakan tugas kita untuk meluruskan hal tersebut,” kata Fadly.***

















