BANTENRAYA.COM – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) secara resmi meresmikan fasilitas pengolahan sampah secara thermal, atau incinerator di lingkungan Kampus Sindangsari.
acara ini dihadiri oleh Rektor Untirta H. Fatah Sulaiman, Wakil Rektor Bidang Akademik Rusmana, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Agus Sjafari.
Para Dekan, Kepala Biro, Kepala Lembaga, Ketua SPI, Kepala UPA serta Para Kabag dan Kasubag di lingkungan Untirta.
Baca Juga: IYD Banten Gelar Mentoring Beasiswa untuk Lanjut S2, Diberikan Panduan hingga Akses
Deden Hery Hermawan, Kepala Biro Umum Kepegawaian dan Keuangan menyampaikan pengolahan sampah secara thermal ini sudah dilaksanakan dari bulan Oktober, dalam rangka menunjang visi misi Untirta yang hits and green.
“Nanti seluruh sampah yang ada di lingkungan Kampus Sindangsari akan dipilah, mana yang tidak berguna akan dibakar langsung. Sedangkan yang berguna akan diolah kembali, nanti akan ada ekonomi kreratif di sini,” ucapnya.
Fasilitas ini dirancang untuk mengolah sampah menjadi energi melalui proses pembakaran pada suhu tinggi.
Baca Juga: Profil Del Salomo Lengkap dengan Instagram, Peserta Indonesian Idol Season 13 Asal Tangerang
Dengan kapasitas pengolahan 1 ton sampah per hari, incinerator ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Teddy Tjahyadi, Direktur CV Srikandi Bhakti Prima mengatakan proses sampah dari sumber menuju ke tempat pembuangan akhir akan dipilah dan diproses sevara berkelanjutan.
“Kelebihan dari incinerator ini tanpa menggunan listrik dan juga tanpa bahan bakar, dengan start awalnya dengan menggunakan kayu yang dibakar,” ucapnya.
Baca Juga: Jadi Badan Publik Terbaik, BRI Borong 2 Penghargaan di Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024
Rektor Untirta Fatah Sulaiman menyampaikan rasa syukurnya atas diresmikannya incinerator di lingkungan Kampus Untirta Sindangsari.
“Bersukur secara bertahap kita merealisasikan visi bersama, agar terwujudnya Untirta sebagai kampus healthy, integrated, smart and green (HITS and Green). Output dari pembakaran sampah ini, ada outcome yang berbentuk abu yang dimungkinkan untuk proses dimanfaatkan produknya kembali,” ujarnya.
Fasilitas ini juga akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan sampah yang inovatif serta mendukung kegiatan akademik dan riset di bidang lingkungan dan teknologi.***















