BANTENRAYA.COM – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Waringinkurung mencatat terdapat 6.291 warga Waringinkurung mengalami hipertensi atau darah tinggi.
Selain darah tinggi, Puskesmas Waringinkurung juga mencatat sebanyak 516 orang warga positif kencing manis.
Kepala Puskesmas Kecamatan Waringinkurung Yenni Kusuma mengatakan, masyarakat yang terkena hipertensi atau darah tinggi dan kencing manis rata-rata berusia 40 tahun ke atas.
“Anak sekolah usia 15 tahun ke atas juga sudah banyak yang terkena hipertensi dan kencing manis tapi yang lebih dominan usia 40 tahun ke atas,” ujarnya, pekan kemarin.
Ia menjelaskan, kasus hipertensi dan kencing manis di Kecamatan Waringinkurung dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
“Kalau angka tahun sebelumya saya lupa yang jelas kasus ini dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dari bulan Januari sampai November ini saja yang terdeteksi hipertensi 6.291 kasus dan yang kencing manis ada 516 kasus,” ungkapnya.
Baca Juga: Klaim AUTP Lebak 2024 Rp 48 Juta, Partisipasi Petani Rendah
Yenni mengungkapkan, biasanya hipertensi disebabkan oleh keturunan, pola hidup, pola makan, dan tekanan pekerjaan yang berat.
“Orang yang sudah terkena hipertensi kecil kemungkinan untuk normal, tapi bisa dikendalikan. Walaupun lagi normal jika sudah ada pencetusnya bisa jadi naik lagi, penyakit ini tidak bisa disembuhkan dengan mudah seperti batuk dan pilek,” jelasnya.
Ia menuturkan, saat ini pihaknya sedang fokus menurunkan angka hipertensi dan kencing manis di Desa Sasahan dengan melakukan pelayanan integrasi layanan primer (ILP) melalui Puskesmas pembantu (Pustu).
“Kita sudah mulai jalan memaksimalkan Pustu. Ternyata dari kunjungan ke Pustu itu banyak yang kena hipertensi dan kencing manis,” paparnya.
Untuk mengurangi angka hipertensi dan kencing manis pihaknya juga melaksanakan beberapa program seperti memberikan edukasi dan melakukan skrining penyak
it. “Kita punya prorgam skrining untuk penemuan kasus sedini mungkin sebelum ada gejala,” katanya. (***)
















