BANTENRAYA.COM – Usaha produksi kue rumahan Ozara Cake’s yang berlokasi di Lingkungan Karangtengah, Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon kini terpaksa menutup sementara
Pemilik Ozara Cakes Muhammad Jauhari mengatakan, usaha kue yang sudah digeluti sejak satu tahun yang lalu terpaksa ditutup lantaran permintaan menurun drastis.
“Sementara sih tutup, parah turunnya, anjlok banget,” kata Jauhari kepada Banten Raya, Minggu (10/10).
Baca Juga: 3 Syarat Timnas Indonesia Lolos Kualifikasi Piala Asia 2023
Jauhari mengungkap, di awal bulan Agustus permintaan sudah mulai terlihat menurun di angka 10-15 persen.
Namun lambat laun, tepatnya di bulan September lalu menjadi puncak dimana permintaan menurun secara drastis hingga 85 persen.
Ia menambahkan, bahwa hal tersebut sangat mempengaruhi biaya produksi, yang akhirnya juga berdampak pada kue yang sudah diproduksi secara massal atau banyak terpaksa dibagikan ke kerabat dekat.
Baca Juga: Dipimpin Plt Camat, Kecamatan Purwakarta Juara MTQ Cilegon 2021
“Aduh parah yang terakhir salah prediksi kita, kue sudah banyak yang diproduksi, ehh malah ga ada yang beli. Ya karena kue yang kita buat mah tanpa bahan pengawet, ngga tahan lama, ya otomatis bagikan saja ke tetangga,” tutur jauhari.
Lebih lanjut ia mengatakan, meski usaha kue ditutup sementara, namun Ozara Cake’s masih tetap menerima pemesanan.
“Ditutup produksi harian mah, tapi kalau ada pesanan dalam jumlah yang cukup banyak ya kami siap produksi,” tutur jauhari.
Baca Juga: Kabar Baik, Sudah Sepekan RSUD Banten Nihil Pasien Covid
Adapun jenis kue yang dijual Ozara Cake’s yaitu bolu gulung, cookies choco, thumbprint cookies choco, putri salju, nastar, hingga kue kacang. Untuk harganya pun cukup terjangkau mulai dari Rp40.000-Rp55.000.
“Nah, untuk bolu gulung ada tiga varian rasa yang kami tawarkan yaitu bolu gulung keju, bolu gulung pandan keju, dan bolu gulung coklat. Kalau soal kualitas rasa pokoknya dijamin deh, kita cuman kurang di pemasarannya saja,” ujarnya.
Untuk media promosi yang digunakan sebelumnya hanya melalui Whatsapp dan Instagram. Menurutnya, promosi melalui kedua media tersebut dirasa masih kurang efektif karena pemanfaatnnya kurang maksimal.***



















