BANTENRAYA.COM – Beredarnya anggur muscat yang mengandung bahan kimia berbahaya disebut berdampak positif terhadap produk anggur lokal di Banten.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten atau Distan Banten Agus M Tauchid mengatakan, isu anggur muscat yang residu pestisida tinggi sedang ramai.
Adapun sikap Pemprov Banten terkait isu anggur muscat itu masih menunggu arahan leboh lanjut dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Bakal Diinisiasi Lagi Dewan Gerinda Cilegon, Raperda Soal Narkotika Ternyata Mangkrak Sejak 2019
“Terkait itu, kita masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat terhadap komoditas tersebut,” ujarnya.
“Jadi kita ingin mengambil langkah gegabah. Nanti kita akan informasikan lebih lanjut,” kata Agus kepada wartawan, Minggu 3 November 2024.
Kendati demikian, bagi masyarakat yang merasa parno akan keamanan anggur muscat, pihaknya menyarankan untuk bisa mengkomsumsi anggur lokal.
Baca Juga: XL Axiata Sediakan Solusi MyAcademic untuk Tingkatkan Digitalisasi di Perguruan Tinggi
“Kami melihat ini adalah sebuah peluang dan prospek yang bagus untuk mengembangkan anggur lokal yang sudah tersertifikasi dan dipatenkan,” ungkapnya.
“Sehingga, para pegiat anggur bisa meningkatkan produk anggur lokal yang dapat menjadi opsi bagi masyarakat,” jelasnya.
Agus mengungkapkan, saat ini asosiasi penggiat anggur di Banten menawarkan 10 varietas yang siap untuk dipatenkan, dan disebar ke ribuan petani di tanah air.
Para penggiat anggur lokal tersebut paling banyak berasal dari wilayah Tangerang Raya.
Baca Juga: Kata Hasbi Kantor Bupati Lebak Setelah Ditinggal Ity Tidak Terurus dan Sering Banjir
Selain itu, kata dia, di Pondok Pesantren Al Markaz Waringin Kurung, Kabupaten Serang, juga terdapat budidaya anggur dengan sistem green house, dan jauh di bawah dari ambang batas residu pestisida.
“Ini merupakan peluang bagi para petani anggur lokal di Banten yang saat ininada sekitar 90-an untuk bisa mengisi kekosongan pasar bila mana nantinya ada kebijakan pemerintah untuk menarik anggur impor (Muscat,-red) tersebut,” ujarnya.
“Kalau terjadi permintaan tinggi pasti juga akan mendorong suplai,” sambungnya.
Baca Juga: Indosat Ajak Generasi Z di Kota Serang Optimalkan Potensi Digitalisasi
Saat ditanya apakah pihaknya akan melakukan sidak untuk menarik anggur Muscat yang beredar di Banten, Agus menegaskan pihaknya masih menunggu arahan dan tindak lanjut dari pemerintah pusat.
“Seperti yang tadi disampaikan, bahwa kita gak mau mengambil langkaj gegabah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bahwa, keputusan untuk melarang peredaran anggur Muscat di Indonesia masih menunggu hasil uji yang tengah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Baca Juga: Drama Korea Doubt Episode 7 Sub Indo: Link Nonton Full Movie dan Spoiler
“Saat ini kita menunggu hasil kajian yang dilakukan oleh BPOM, kalau nanti hasilnya menunjukkan bahwa anggur Muscat mengandung zat berbahaya, maka kita akan mempertimbangkan untuk melarang peredaran buah tersebut,” katanya.
Sebagai informasi, ramai di media sosial terkait ditemukannya residu pestisida di atas batas aman pada anggur Shine Muscat yang diimpor dari China. Di mana, anggur tersebut juga banyak beredar di Indonesia. ***



















