BANTENRAYA.COM – Sejumlah diplomat yang mengikuti Sekolah Staf Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan Ke-77 bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten membuka jalan agar bunga anggrek asal Banten bisa mendunia.
Salah satu negara yang bisa dijajaki kerja samanya adalah Hongkong, yang menyukai bunga anggrek seperti yang dikembangkan oleh Provinsi Banten.
Menurut Mohamad Rizki Malia, salah satu peserta Sesdilu 77 dari Sekretariat Staf Ahli, Provinsi Banten menjadi mitra kerja sama dalam rangkaian pendidikan diplomat karir menengah Sekolah Staf Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan Ke-77.
“Setelah berdiskusi panjang dengan berbagai jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan melihat data yang ada, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan potensi komoditas anggrek,” ujar Rizki.
Sebagai salah satu sentra pemasok anggrek terbesar di Indonesia, Banten menjadi wilayah penting dalam diplomasi ekonomi. Sentra anggrek Banten berada di wilayah Tangerang Raya.
Baca Juga: Angin Kencang di Jawilan Rusak Gedung Pesantren Bersyukur Tidak Ada Korban Jiwa
Berdasarkan data BPS, produksi anggrek tangkai di Provinsi Banten pada tahun 2023 mencapai 1.265.602 tangkai.
Di Tangerang Selatan, tim Sesdilu dan Dinas Pertanian Provinsi Banten melakukan site visit ke kebun anggrek bulan milik perusahaan Wilis Agro untuk melihat area budidaya anggrek tertutup dan semi tertutup di sini.
Menurut Asri Okina, diplomat yang bekerja di desk sejumlah negara Uni Eropa, kunjungan ke lapangan dilakukan untuk peroleh gambaran menyeluruh tentang produski anggrek dari Banten ini.
Wilis Agro mencatat peningkatan produksi, namun permintaan domestik masih melebihi kapasitasi produksi. Meski demikian, terdapat peluang ekspor yang menjanjikan, terutama ke kawasan Asia.
Mutty Ashila dari Direktorat Kerja Sama Pembangunan Internasional mengatakan, membumikan diplomasi untuk mengangkat potensi daerah sangat penting.
Baca Juga: Ronald Tannur Terancam Vonis Hukuman 5 Tahun Karena Adanya Kasus Suap
“Kami harap jejaring dan potensi bisa terus dikembangkan untuk menggali kerja sama lanjutan seperti investasi di bidang riset dan inovasi, florikultura dan pemasaran melalui pameran skala internasional,” ujarnya. (***)

















