BANTENRAYA.COM – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Hasbi Sidik menggelar Reses Masa Persidangan ke 1 tahun sidang 2024-2025.
Reses perdana Hasbi Sidik sebagai Anggota DPRD Provinsi Banten tersebut digelar di rumahnya yang berada di Lingkungan Penauan, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon pada Selasa, 22 Oktober 2024.
Pada kegiatan tersebut, ratusan simpatisan Hasbi Sidik turut hadir untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Banten.
Selain warga, juga tampak hadir Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Gerindra seperti, Ahmad Aflahul Aziz, Faturohmi, Fauzi Desviandy, serta Hamdi.
Baca Juga: Truk Muatan Pisang dan Kelapa Terguling Akibat Jalan Berlubang JLS
Hasbi Sidik memberikan sambutan pada kegiatan tersebut dan menjelaskan kepada simpatisannya tentang kegiatan reses yang menjadi tugas dari setiap anggota DPRD.
Kemudian, Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon periode 2019-2024 itu memberikan kesempatan kepada konstituennya untuk menyampaikan aspirasi.
Sejumlah warga yang datang turut menyampaikan aspirasinya untuk Pemerintah Provinsi Banten.
Beberapa aspirasi warga Kota Cilegon yang disampaikan ke Hasbi Sidik diantaranya permintaan warga Kecamatan Grogol yang meminta pembangunan sekolah baru khususnya Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, seperti yang disampaikan Sanuri.
Baca Juga: UMKM Cipuk di Pabuaran Tembus Toko Ritel
“Di kecamatan-kecamatan lain di Kota Cilegon ada SMK atau SMA Negeri, kalau di Kecamatan Grogol tidak ada (SMK dan SMA Negeri). Adanya cuma MAN (Madrasah Aliyah Negeri),” kata Sanuri, Kamis, 22 Oktober 2024.
Kebutuhan SMK Negeri menjadi salah satu upaya mengatasi pengangguran dengan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri.
“Kami menginginkan adanya SMK untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) Kecamatan Grogol, apalagi banyak industri di Kecamatan Grogol, agar pemudanya bisa direkrut industri,” harapnya.
Warga Kota Cilegon lainnya, Tuti Yulianingsih yang meminta adanya kenaikan insentif bagi guru Sekolah Menengah Atas atau SMA yang mengajar di sekolah swasta.
Baca Juga: Pemilih Disabilitas Capai 3.000 Orang, Petugas dan Keluarga Diimbau Beri Pendampingan
Selain meminta kenaikan inesnetif, juga pencairan insentif agar tepat waktu. Di mana, menurut Tuti pencairan insentif bagi guru swasta tingkat SMA sering terlambat.
“Keluhan kami karena bapak (Hasbi Sidik) di Komisi V DPRD Provinsi Banten, tentang pendidikan. Kami dari SMA yang dibawah naungan Provinsi Banten, kami pengennya insentif guru swasta naik, yang biasanya keluarnya tiga bulan, sekarang empat bulan, masa provinsi (insentif) lebih rendah dari guru swasta dibawah naungan kota (SD dan SMP),” ujarnya.
“Kami juga pengen BOS (Bantuan Operasional Siswa) naik. Mudah-mudahan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru tidak ada penyimpangan, sudah siswanya sedikit, diambil negeri lagi,” kata Tuti yang juga salah satu guru di SMA Swasta di Kota Cilegon.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Banten dari Daerah Pemilihan Kota Cilegon, Hasbi Sidik mengaku akan menyampaikan aspirasi warga ke Pemerintah Provinsi Banten.
Baca Juga: Investasi di Banten Harus Bisa Serap Tenaga Kerja Lokal
Seperti halnya aspirasi dari Sanuri, di mana pendirian SMK di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon sangat diperlukan, mengingat di kecamatan tersebut saat ini belum ada SMK Negeri maupun SMA Negeri yang berdiri.
Apalagi, di Kecamatan Grogol terdapat banyak industri, yang mana memungkinkan untuk membantu mengurangi pengangguran dengan sistem link and match dengan kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan industry di Kecamatan Grogol.
“Insha Allah saya akan perjuangkan, tentang pentingnya peningkatan SDM di Kecamata. Grogol. Kebutuhan SMK karena di Grogol banyak industri, ini juga bagian link and match untuk menyiapkan tenaga kerja yang baik,” terangnya.
Selain itu, Hasbi juga akan menyampaikan aspirasi Tuti Yulianingsih yang meminta adanya kenaikan insentif bagi guru SMA swasta, Hasbi pun, akan memerjuangkan aspirasi tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten, yang memang menjadi mitra kerja Komisi 5 DPRD Provinsi Banten.
Baca Juga: Peringatan Hari Santri Nasional 2024 oleh Kemenag Banten: Tangkal Paham Radikal
“Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, insentif harus naik, mencerdaskan anak bangsa. Nanti saya ngomong ke Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Ini masukan yang baik, nanti di Rapat Komisi V DPRD Cilegon saya sampaikan,” tuturnya.***
















