BANTENRAYA.COM – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) menggelar egiatan pengabdian masyarakat dalam DRTPM tahun anggran 2024.
Kegiatan PKM Uniba ini digelar di Kantor Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.
Pada kegiatan PKM kali ini, TIM PKM Uniba beranggotakan Munawaroh, Efi Tajuroh Afiah dan Kurniati Rahmadani.
Baca Juga: Lima Pejabat Utama Polda Banten Diganti, Berikut Daftar Sosok Penggantinya
Adapun sasaran kegiatan tersebut adalah anggota kelompok Bumdes Bina Pancasila, Desa Tanjungsari, Pabuaran.
Kegiatan ini merupakan tahap kedua, dimana tahap pertama telah di lakansanakan pada bula Juni 2024 lalu.
Tim PKM Uniba memfokuskan pada pelatihan laporan keuangan dan pemasaran berbasis teknologi informasi, yaitu pemasaran online (e-commerce).
Baca Juga: Rudapaksa Tetangga Kontrakan, Penjual Bakso di Kabupaten Serang Divonis 4 Tahun Penjara
Perwakilan LPPM Uniba Suhandi, dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran Tim PKM Uniba, adalah dalam rangka tri dharma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian masyarakat program PKM DRTPM tahun anggaran 2024.
Di lokasi yang sama, Kepala Desa Tanjungsari Zaenal Arifin dalam sambutannya menyampaikan terimakasih, semoga dengan kegiatan ini akan membantu kegiatan usaha anggota kelompok Bumdes Bina Pancasila.
Sementara itu, salah seorang pemateri Efi Tajuroh Afiah menyampaikan akan pentingnya penguasaan laporan keuangan pada pelaku usaha.
Baca Juga: Fajar Hadi Prabowo Serap Aspirasi Anak Muda di Cilegon Lewat Merdeka Bicara
Dalam hal ini anggota kelompok Bumdes Bina Pancasila, yang sebagian besar anggotanya kaum perempuan yang mengelola usaha peyek daun kelor, keripik pisang dan singkong.
“Dengan pelatihan ini diharapkan anggota bumdes bisa membuat laporan keuangan dengan baik dan benat, sehingga usahanya bisa bertahan,” katanya.
Kurniati Rahmadani pemateri kedua menyampaikan bahwa diera digitalisasi ini, setiap manusia harus bisa menguasai teknolog informasi, termasuk anggota kelompok Bumdes Bina Pancasila yang berada di Desa Tanjungsari Pabuaran.
Baca Juga: Kepergok Pacaran, Santri Pesantren di Jatim Dihukum Diguyur Air Comberan
Menurutnya, Bumdes Bina Pancasila selama ini mengelola usaha berupa keripik singkong, pisang dan daun kelor.
Dalam memasarkan produknya mereka hanya menunggu pesanan, baru produksi dan dititip di warung terdekat dengan system konsinyai.
“Habis baru bayar. Hal seperti ini berpengaruh terhadap keberlangsungan usahnya, untuk itu perlu ada perubahan dalam proses pemasaran dengan menerapkan pemasaran online (e-commerce) dengan HP Android,” katanya.
“Bisa dilakukan melalui media WhatsApp, Twiter, Facebook, Instagram, dengan tujuan lebih praktis, efisie dan bisa mengjangkau lebih luas wilayah pemasaran,” ujarnya. ***



















