BANTENRAYA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten melaporkan, kondisi perekonomian Banten pada triwulan II tahun 2024 sebesar 4,70 persen, tumbuh melambat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 4,76 persen.
Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar mengatakan, kondisi tersebut disebabkan kondisi perekonomian global yang belum stabil karena masih berseterunya atara Rusia dan Ukraina, serta Israel dan Hamas, yang meluas ke timur tengah.
Adapun secara nasional, beberapa faktor yang turut berpengaruh diantaranya penjualan kendaraan mobil yang turun 13 persen meskipun penjualan sepeda motor mengalami peningkatan 4 persen.
“Namun pertumbuhan ini juga di dorong oleh belanja masyarakat masih tinggi pada momen Hari Raya idul Fitri dan Idul Adha, aktivitas ormas dan partai politik pada pilkada bulan November dan kunjungan wisatawan mendorong belanja masuk pada triwulan II,” kata Faizal dalam siaran Resmi BPS di Jalan Syeh Nawawi Al Bantani Kavling H 1 – 2 KP3B, Kota Serang, Senin 5 Agustus 2024.
Faizal menjelaskan lebih rinci, perekonomian Banten berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II 2024 mencapai Rp217,11 triliun dan atas dasar harga konstan Rp132,08 triliun.
“Dari sisi produksi, hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan, kecuali lapangan usaha pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi atau mengalami pertumbuhan negatif,” papar Faizal.
Baca Juga: UMKM Banten Catat Penjualan Rp9,73 Miliar di Pameran KKI dan FEKDI 2024
Lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar terhadap PDRB masih di dominasi oleh industri pengolahan sebesar 30,01 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 12,41 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 11,53 persen.
Dari sisi pengeluaran, komponen yang memiliki kontribusi besar terhadap PDRB di antaranya konsumsi rumah tangga sebesar 53,53 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 33,19 persen serta Total Net Ekspor sebesar 8,60 persen.
“Sumber pertumbuhan tertinggi Triwulan II 2024 menurut lapangan usaha adalah industri pengolahan sebesar 1,22 persen. Sementara sumber pertumbuhan tertinggi menurut pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga sebesar 2,59 persen,” kata Faizal.***


















