BANTENRAYA.COM – Sebanyak 436 jemaah haji tergabung pada Kloter (Kelompok Terbang) 52 telah tiba dengan selamat di Kabupaten Pandeglang, Selasa 16 Juli 2024.
Dari jumlah tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat ada dua jemaah haji yang wafat di Makkah, dan satu jemaah mengajukan tanazul atau pulang lebih cepat dari jadwal yang seharusnya.
“Awalnya jemaah kloter 52 berjumlah 439 orang, dengan rincian 2 jemaah wafat, dan 1 jemaah tanazul,” kata Haji Mucholid, Kepala Seksi Penyelenggara Haji, dan Umrah Kemenag Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Bank Banten Ngebet Pemkot Serang Segera Pindahkan RKUD
Haji Mucholid menerangkan, dua jemaah yang wafat atas nama Haji Mohamad Marjen warga Kecamatan Cigeulis, dan Hajah Amah binti Saikam warga Kecamatan Jiput. Keduanya wafat karena terserang penyakit.
“Berdasarkan laporan, kedua jemaah yang wafat termasuk kategori lanjut usia memiliki keluhan sesak nafas, dan dikebumikan di Makkah. Untuk jemaah yang tanazul karena kondisi sakit,” ujarnya.
Mucholid menjelaskan, Kemenag Pandeglang mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya kedua jemaah. Keduanya akan diusulkan kepada Kemenag RI untuk mendapatkan bantuan asuransi sesuai komitmen pemerintah dalam melindungi jemaah haji yang wafat.
“Semoga almarhum, dan almarhumah khusnul khatimah, ditempatkan di tempat yang mulia oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan kesabaran. Dan nanti kami usulkan dapat asuransi,” jelasnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Pandeglang, Haji Lukmanul Hakim mengatakan, semua jemaah pulang dalam kondisi sehat, sehingga pelaksanaan rangkaian ibadah haji para tamu Allah berjalan lancar.
“Alhamdulillah, semua jemaah sehat, dan pulang ke Pandeglang dalam keadaan selamat,” terangnya. ***
















