BANTENRAYA.COM – Provinsi Banten hingga saat ini masih kekurangan tenaga profesional konsultan konstruksi. Akibatnya, Banten masih harus “impor” konsultan konstruksi dari daerah lain, seperti Jawa Barat dan Lampung.
Kepala Bidang Konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten Rahmat Hidayat mengatakan, jumlah tenaga ahli di Banten masih sedikit, salah satunya adalah konsultan konstruksi. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pihaknya terpaksa harus mengambil dari luar Banten. Karena itu, dia berharap Perkumpulan Jasa Konsultan Indonesia (Perkonindo) Provinsi Banten bisa menjawab tantangan ini ke depan.
“Dengan Musprov II harapan kami Perkonindo dalam tumbuh dan mampu menjawab tantangan ke depan,” kata Rahmat usai menghadiri pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) II Perkonindo Provinsi Banten di Hotel Horison, Alun-alun Kota Serang, Selasa (9/7/2024).
Rahmat berharap, Perkonindo Provinsi Banten dapat terus meningkatkan kapasitas tenaga ahli konsultan konstruksi. Sehingga para anggota Perkonindo Provinsi Banten dapat meningkatkan profesionalisme mereka dan bisa terus bermitra dengan Pemprov Banten.
“Dengan meningkatkan profesionalisme para anggota, dari sisi kualitas outputnya harus terjaga, umur konstruksi juga terjaga, dan estetika budaya Banten kearifan lokal tentunya yang akan kita bawa,” katanya.
Baca Juga: Pemudanya Milih Bekerja di Pabrik, Perajin Golok di Desa Seuat Jaya Kehilangan Penerus
Sementara itu, Ketua Perkonindo Provinsi Banten Dedi Ahyadi mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas para konsultan konstruksi yang ada di Provinsi Banten. Itu dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme para konsultan konstruksi sehingga dapat bermitra secara baik dengan Pemerintah Provinsi Banten. Dedi mengatakan, berdasarkan Undang-undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, pembinaan terhadap jasa konsultan harus dilakukan, baik oleh asosiasi sendiri maupun dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Banten.
“Untuk keberlangsungan sektor konstruksi, maka harus terus dilakukan kerja sama mulai dari pelatihan profesi hingga badan usaha,” kata Ahyadi.
Ahyadi mengatakan, kolaborasi penting dilakukan untuk menambah kapasitas pengetahuan konsultan maupun badan usaha jasa konsultan. Karena itu, Perkonindo Provinsi Banten yang saat ini baru terbentuk sekira lima tahun akan aktif bekerja sama dan bermitra dengan Pemerintah Provinsi Banten.
“Sebelumnya kita belum terlalu aktif kerja sama dengan pemerintah, tapi alhamdulillah kita sudah terakreditasi tahun kemarin (tahun 2-23-red) dan terlisensi pada awal 2024 ini,” katanya.
Baca Juga: Tunggu Konsumen, Pengedar Puluhan Paket Sabu Diamankan Polisi
Menurut Ahyadi, keberadaan Perkonindo Provinsi Banten memiliki andil besar dalam hal gagasan ke depan, untuk mensukseskan pembangunan di Banten. “Maka peningkatan kapasitas ini penting untuk menambah pengetahuan regulasi, dan menjaga kode etik, integritas dan profesionalisme,” ujarnya. (***)

















