BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Serang pada 23 Juli 2024 mendatang akan menggelar pekan imunisasi nasional (PIN) polio terhadap 231.500 anak.
Imunisasi masal akan dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kasus penyakit polio di Kabupaten Serang yang penderitanya bisa mengalami kelumpuhan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Nanang Supriatna mengatakan, walaupun di Kabupaten Serang tidak terlaporkan adanya kasus polio namun beberapa daerah di Indonesias masih ditemukan kasusnya.
Baca Juga: Sudah Jajaki Koalisi dengan Parpol Lain, PKS Usung Najib Hamas di Pilbup Serang 2024
“Kita sudah menggelar rapat advokasi dan sosialisasi untuk persiapan PIN polio,” ujarnya usai membuka acara di aula Tb Suwandi, Pemkab Serang, Selasa (25/6).
Ia mengimbau kepada para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, dan perguruan tinggi untuk bersama-sama mengajak masyarakat yang memiliki anak usia 0 sampai 7 tahun agar datang ke pelayanan imunisasi polio di tempat-tempat yang sudah disediakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang.
“Kami meyakini capaian imunisasi polio ini akan melampaui target, karena pada tahun 2023 di bulan November Ibu Bupati (Rt Tatu Chasanah-red) sudah mendapatkan penghargaan IDL (imunisasi dasar lengkap) pada peringatan HKN (hari kesehatan nasional). Secara evaluasi kita mampu,” katanya.
Baca Juga: Pamerkan Produk Jamu Nasabah di Herb Euphoria Fest, PNM Ajak Masyarakat Cintai Warisan Nenek Moyang
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Serang Istianah Hariyanti mengatakan, pada 23 Juli bulan depan dilakukan imunisasi serentak se-Kabupaten Serang agar anak usia 0 sampai 7 tahun mendapatkan tetesan imunisasi polio.
“Jadi orang tua yang punya anak usia 0 sampai 7 tahun silakan dibawa ke Pos PIN yang sudah kami sediakan. Pos PIN itu ada di posyandu-posyandu, di puskesmas, di PAUD-PAUD dan beberapa klinik yang sudah siap melaksanakakan. Kemudia di rumah sakit dan di praktik bidan mandiri,” katanya.
Ia mengungkapkan, target anak yang diberi imunisasi polio sebanyak 95 persen dari jumlah 231.500 anak.
“Karena kalau sampai gagal di PIN polio ini kita jadi daerah merah risiko sangat tinggi untuk terjadinya kasus polio ini. Kegiatanya dua putaran 23 Juli dan 23 Agustus,” tuturnya.
Istianah memastikan, untuk kasus polio di Kabupaten Serang tidak ada. Namun kasus polio ditemukan di Aceh, di Purwakarta, Jawa Barat, di Papua, dan di Jawa Tengah.
“Penyakit polio itu gejalanya seperti infeksi virus yang lain, demam dan sebagainya, yang kita khawatirkan gejala khasnya bisa menyebabkan kelumpuhan sehingga menjadi cacat permanen,” katanya.***















