BANTENRAYA.COM – Selain berpuasa sebagai cara untuk detoksifikasi atau pembersihan bagian dalam tubuh dari penyakit, bekam juga ternyata memiliki khasiat yang luar biasa. Bahkan, menurut ahli kesehatan Dokter Zaidul Akbar, bekam dianjurkan bagi umat Islam oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam.
Kata Zaidul Akbar, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam dalam hadist menjelaskan bahwa barang siapa yang bila melakukan hijamah atau bekam pada tanggal 17, 19, dan 21 akan menyembuhkan penyakit.
“Saya melihat setelah detoksifikasi (pembersihan bagian dalam tubuh melalui puasa-red), dikeluarkan lagi zat-zat yang tidak penting yang menumpuk di tubuh kita, terutama di kapiler. Maka hijamah atau bekam ini memang harusnya menjadi pilihan terbaik umat Islam dalam meningkatkan imunitas,” ungkap Zaidul Akbar dalam YouTube dr. Zaidul Akbar Official berjudul ‘Bekam Menjadi Protokol Kesehatan’ yang diunggah pada Minggu, 25 September 2021.
Baca Juga: Kumpulan Doa Doa Khusus dari Rasulullah untuk Menyembuhkan Penyakit
Menurut Zaidul Akbar, jika kita mengikuti petunjuk nabi dengan berpuasa dan bekam, kita akan memperoleh kesehatan yang luar biasa.
“Ada yang bisa puasa, ada yang tidak. Kalau bisa berpuasa, puasa Senin-Kamis, puasa Ayamul Bidh pada tanggal 13, 14, 15, dilanjutkan pada tanggal 17-nya (melakukan bekam) dengan satu hari tanggal 16 istirahat dulu ya, nanti tanggal 17-nya atau 19-nya atau tanggal 21-nya dia berbekam,” ungkapnya.
Zaidul Akbar menerangkan, dengan berpuasa sebagai detoksifikasi dari dalam tubuh, dan dilanjutkan dengan bekam untuk mengeluarkan atau menghilangkan darah kotor dari tubuh.
Baca Juga: Tak Punya Sumber Air Bersih, Warga Dua Kecamatan di Lebak Banyak Pakai Air Sungai Ciberang
“Bekam bukan hanya sekadar mengeluarkan darah, tapi ada mekanisme sistemik yang terjadi pada hijamah, kalau kita mengerti semua, Masyaallah. Hijamah (harusnya) jadi pilihan umat Islam tingkatkan kesehatan dan mengobati penyakit,” tegasnya.
Zaidul Akbar mengungkapkan, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam pernah bersabda bahwa untuk kesembuhan itu ada tiga, yakni minum madu, melakukan bekam dan penyembuhan penyakit dengan menempelkan besi panas atau kay.
“Kata Nabi dalam hadits ‘assyifa’u fii salasatin syarbati’, (terapi) kesembuhan itu ada tiga, pertama sarbatil aslin atau minum madu, yang kedua wasyartatil mihjamin berbekam, yang ketiga (wakayyatin narrin) kay atau besi panas. Haditsnya soheh, hadits ini menelaskan bahwa pilihan kesembuhan ada pada madu, berbekam, kay,” ungkapnya.
Baca Juga: Launching Resep Nenek Cake and Bakery, Tawarkan Roti yang Sehat Untuk Diabetes
Dalam hadits lain, kata Zaidul Akbar, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam juga pernah berpesan bahwa bekam merupakan cara pengobatan yang palibg baik.
“Kata Nabi ina afdola ma tadwawtum bihibalhijamah, ‘sesungguhnya nabi pengobatan yang paling baik adalah hijiamah’,” tegasnya.**
















