BANTENRAYA.COM – Masjid Baitul Arsy berlokasi di Kampung Pasir Angin, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Pandeglang.
Masjid Baitul Arsy sendiri dipercaya sebagai masjid tua yang masih kokoh berdiri di kaki Gunung Karang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Bantenraya.com dari penuturan warga sekitar, Masjid Baitul Arsy dipercaya sudah berusia lebih dari 400 tahun.
Meski demikian, masjid ini tetap berdiri kokoh tanpa ada tanda-tanda harus dilakukan pemugaran secara masif.
Masjid kuno Pandeglang ini berdiri dan terbuat dari kayu nangka yang berusia ratusan tahun. Bangunan kuno ini sendiri memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar 8 meter.
Kondisi saat ini dari bangunan masjid kuno, terlihat sudah mengalami penambahan ruang pada bagian halaman depan Masjid tanpa mengubah bangunan lamanya.
Baca Juga: TAMAT! Nonton Lovely Runner Episode 16 Sub Indo: Apakah Kim Tae Sung Berhasil Menangkap Young Soo?
Selain itu, Masjid ini juga sudah beberapa kali direhabilitasi. Namun, tetap tidak mengubah bentuk awal dan bahan bangunan secara signifikan.
Sebagian besar bangunan saat ini masih otentik dan sama sejak awal pembangunan.
Bagian masjid yang paling sering mengalami kerusakan adalah atapnya, namun masyarakat selalu rutin melakukan pemugaran.
Awalnya atap Masjid Baitul Arsy ini terbuat dari anyaman daun kelapa, namun pada tahun 1945 diganti dengan genteng.
Konon, pada mulanya Masjid kuno Baitul Arsy ini merupakan tempat berkumpulnya para Wali Allah untuk berdiskusi dan membuat suatu keputusan.
Kepercayaan tersebutlah yang kini membuat banyak para pelancong keagamaan yang rela datang jauh-jauh hanya untuk merasakan atmosfer beribadah di Masjid Baitul Arsy ini.
Tidak hanya pelancong lokal, banyak juga para peziarah yang datang dari seluruh pelosok Nusantara, seperti, Aceh, Madura, dan Jawa.
Masih di dalam area kompleks masjid, terdapat sebuah mata air alami yang mengucur.
Mata air tersebut dipercaya sudah ada sejak ratusan tahun dan berasal dari Gunung Karang, serta tak pernah kering meski melewati kemarau berbulan-bulan.
Mata air itu juga merupakan salah satu hal yang menjadi daya tarik Masjid ini sehingga mengundang ratusan orang tiap tahunnya.
Baca Juga: Ogah Bank Banten Turun Kelas, Pemprov Kembali Suntik Tambahan Modal Pakai Skema Inbreng
Kini, mata air tersebut dijadikan sarana penunjang kegiatan dari Masjid Baitul Arsy. Sekeliling mata air juga sudah dipondasi secara permanen untuk menjaga agar selalu jernih.
Sekilas, Masjid Baitul Arsy ini memang terlihat biasa saja. Bahan bangunannya masih terbuat dari alam. Mulai dari dinding yang menggunakan tumpukan papan, tiang, dan juga lantai.
Namun, kondisi Masjid yang terbuat dari bahan alam dan berada di pegunungan, membuat suasana di dalam area masjid menjadi lebih sejuk dan tenang.
Baca Juga: 6 Amalan yang Dianjurkan Ulama Dikerjakan Selama Idul Adha, Lengkap dengan Dalilnya
Salah satu pantangan yang dipercaya oleh warga di semua Masjid ini ialah bahwa kaum wanita dilarang memasuki ke dalam ruang utama dari Masjid.
Kepercayaan tersebut sudah ada sejak turun temurun, dan dipercaya akan ‘kualat’ apabila ada yang melanggar.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, warga sekitar membuatkam tempat khusus untuk kaum wanita yang beribadah berupa tambahan bangunan baru yang sebelumnya disebutkan. (aldi) ***

















