BANTENRAYA.COM – Belum lama ini boyband asal Korea Selatan BTS menyampaikan pidato resmi di markas PBB di Amerika Serikat.
BTS menyampaikan apa yang dialami dan dirasakan anak muda pada umumnya di seluruh dunia setelah selama dua tahun berdampingan dengan Covid-19.
Apa yang disampaikan ketujuh personel BTS itu?
Baca Juga: Siapa Berminat, Lelang Jabatan Sekda Banten Siap Digelar Oktober
Berikut pidato lengkap BTS saat berpidato di markas PBB sebagaimana dikutip Bantenraya.com dari YouTube Lambe K-Pop pada Jumat, 24 September 2021.
Yang terhormat Presiden PBB ke-76 Abdullah Shahid. Yang terhormat Sekjen Antonio Guterrs dan Presiden Moon Jae-In dan hadirin yang terhormat.
Adalah suatu kehormatan bisa berada di sini. Kami adalah BTS utusan dari Presiden Korea Selatan. Kami di sini untuk berbagi kisah tentang generasi muda.
Sebelum ke sini kami bertanya kepada generasi muda tentang dua tahun terakhir ini dan dunia saat ini.
Baca Juga: Petani Millenial Sangat di Butuhkan di Era Digitalisasi Saat ini
Jin akan berbagi sebagian jawaban yang kami terima.
Mari kita lihat bersama. Anda akan bisa merasakan aura positif hanya dengan melihat papan ini.
Ada momen-momen di dua tahun ini di mana saya juga merasa bingung dan terganggu.
Baca Juga: DPRD Protes Pemprov Banten, Desak Dana Bankeu Pandeglang Dinaikkan
Tapi tetap ada orang-orang yang bersemangat untuk tetap memanfaatkan waktu yang ada.
Karena sebagai generasi muda kami tidak bisa diam saja.
Toh kami tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Anda mungkin merasakan hal yang sama.
Baca Juga: 7 BUMN yang Akan Dibubarkan Menteri BUMN Erick Tohir
Saya masih orang yang sama tapi dunia sudah berubah sama sekali dan nyaris tak bisa dikenali.
Saya sedih mendengar banyak acara penyambutan dan kelulusan siswa harus dibatalkan.
Ini adalah momen-momen berharga dan kehilangan itu pastilah membuat sedih.
Baca Juga: Pemkab Lebak Kekurangan Vaksin, Bupati Iti Surati Kemenkes dan Curhat ke Presiden
Kami pun sedih karena konser-konser harus dibatalkan. Ada saat-saat Kami merasa kehilangan sesuatu.
Ya Awalnya kami merasa sedih akan hal-hal yang direnggut oleh virus korona dari kami.
Tapi ini adalah saat untuk belajar mensyukuri hal-hal kecil yang dulu dianggap biasa saja.
Baca Juga: Demo Pemkot Cilegon, GMNI: Petani Butuh Lahan, Bukan Proyekan!
Suga mengatakan, hal-hal yang berharga yang dulunya terlihat sepele.
Dan banyak orang yang menjawab pertanyaan kami dengan berbagi foto momen berharga mereka.
Banyak yang berbagi momen dengan alam. Saya rasa 2 tahun ini banyak yang lebih dekat dan peduli dengan alam dan lingkungan.
Ya mungkin karena kami merasa waktu kita di dunia ini terbatas.
Baca Juga: Futsal PON XX Papua: Banten Takluk di Tangan Jawa Barat
Kita baru saja membahas hal-hal yang memprihatinkan dan sudah saatnya kita peduli pada alam juga.
Semua orang setuju bahwa perubahan iklim adalah masalah yang serius tapi solusi terbaiknya tidak mudah diputuskan.
Ini topik yang sulit untuk dijawab. Ini adalah topik yang berat untuk dibahas.
Tapi yang saya pelajari ketika mempersiapkan pidato hari ini banyak anak muda yang tertarik akan masalah lingkungan sebagian bahkan memilih jurusan yang terkait hal itu.
Baca Juga: Jalan Cirinten-Cigemblong Sudah Mulus, Masyarakat: Terima Kasih DPUPR Lebak
Masa depan itu belum ditentukan dan generasi mudalah yang akan paling merasakan akibatnya.
Makanya banyak anak muda yang bersemangat mencari jawaban bagaimana seharusnya kita hidup.
Jadi saya harap Jangan memandang masa depan dengan pesimis karena masih ada kok orang-orang yang peduli pada lingkungan dan dunia dan berusaha mencari solusi.
Masih ada banyak halaman di buku kehidupan kita dan kita tidak boleh pesimis seakan-akan semua pasti akan berakhir buruk.
Baca Juga: Minuman Jahe dan Kunyit Harus Jadi Trend Anak Muda Seperti di Korea, Ini Penjelasan dr. Zaidul Akbar
Tentunya akan ada saat-saat di mana dunia berhenti. Padahal kita tidak sabar untuk maju.
Dan kadang ada momen juga dimana kita merasa kehilangan arah. Ada saat-saat dimana kita merasakan hal yang sama tapi jangan sebut generasi muda sebagai generasi yang hilang karena virus Corona.
Ada saat-saat di mana generasi muda ingin mencoba berbagai hal dan peluang.
Tapi menurut saya mereka tidak bisa disebut sebagai generasi yang tidak bisa diharapkan hanya karena orang dewasa tidak bisa mengerti jalan pikiran mereka.
Baca Juga: Untirta Bakal Bentuk Distribution Center
Mari kita lihat gambar-gambar berikut.
Banyak yang berusaha mempertahankan persahabatan mereka secara online.
Banyak juga yang belajar hal baru dan memulai gaya hidup yamg lebih sehat.
Remaja-remaja ini belajar hal baru dan terus belajar tapi di mata saya mereka tidak terlihat tersesat mereka malah berani mencoba hal-hal yang baru.
Baca Juga: 7 BUMN yang Akan Dibubarkan Menteri BUMN Erick Tohir
Makanya daripada menyebut remaja yang besar di masa Corona sebagai “generasi yang hilang” seharusnya mereka dianggap sebagai “generasi yang datang” yang tidak takut mencoba hal-hal yang baru.
Karena bukannya takut perubahan generasi muda malah menyambut perubahan dan terus maju.
Kalau kita optimis dan tidak kehilangan harapan maka meskipun ada kejadian buruk tak terduga yang terjadi kita tidak akan kehilangan arah tapi berusaha mencari cara baru.
Baca Juga: Penemuan Mayat Perempuan di Pantai Legundi Anyer Gegerkan Warga
Mungkin keputusan yang kita ambil tidak selalu sempurna tapi itu bukan berarti kita tidak bisa apa-apa. Begitu pendapat saya.
Yang penting adalah pilihan yang kita ambil ketika menghadapi masalah. Betul, kan?
Sebagian dari Anda ketika mendengar bahwa kami akan hadir di PBB dan bertanya apakah BTS sudah divaksinasi.
Pada kesempatan ini saya ingin meluruskan bahwa kami bertujuh sudah divaksin.
Baca Juga: Reyna Ajak Papah Aldebaran Tebak-tebakan: Kenapa Orang Takut Kehujanan?
Vaksinasi bagi kami adalah jalan keluar supaya bisa bertemu lagi dengan fans dan hadir di sini.
Seperti yang kami sebutkan bahwa kami juga berusaha memaksimalkan apa yang kami miliki sekarang.
Sembari proses vaksinasi berjalan kami juga berusaha memikirkan bagaimana hidup di new normal.
Dan saya rasa hari di mana kita bisa bertemu lagi secara langsung sudah dekat.
Baca Juga: Nihil Temuan Kasus Covid-19, Gubernur Banten Pertimbangkan Pemberlakuan PTM Penuh
Dan sampai hari pertemuan itu tiba marilah kita isi hari-hari kita dengan energi positif.
Tadinya kami merasa dunia ini seperti berhenti. Kenyataannya waktu tetap berjalan.
Saya percaya setiap keputusan kita adalah awal dari perubahan dan bukan akhir dari segalanya.
Saya harap di new normal ini kita saling menyemangati untuk menerima perubahan dan melihat ke depan. Lagu “Permission to Dance” adalah pesan kami untuk tetap optimis.
Baca Juga: Profil Tukul Arwana, Pelawak Kondang yang Kini Mengalami Pendarahan Otak
Dan kami ingin berbagi dengan Anda akan pesan optimis dan menyambut masa depan.
Demikian isi pidato Boyband BTS, apa Anda sudah menonton siarannya? ***



















