BANTENRAYA.COM – Pada hari ke 17 puasa Ramadan, umat muslim sering kali memperingati sebagai malam Nuzulul Quran.
Malam Nuzulul Quran merupakan satu malam di bulan Ramadan yang menjadi saksi sebuah peristiwa penting bagi umat Islam, yakni turunnya Al-Quran.
Malam Nuzulul Quran adalah malam dimana malaikat Jibril mengirimkan wahyu kitab suci Al-Quran kepada baginda Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.
“Bulan Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Quran. Oleh karena itu, Nuzulul Quran sangat penting untuk kehidupan,” katanya.
“Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad disampaikan kepada kita, bukan hanya turunnya, yang penting ada esensi untuk kehidupan,” tambah Ustadz Adi Hidayat.
Dikutip Bantenraya.com dari YouTube Adi Hidayat Official, Selasa 26 Maret 2024, kata UAH, jadikan malam Nuzulul Quran untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: Keutamaan Membayar Zakat Fitrah, Termasuk yang Berhak Menerima Zakat Fitrah Ada 8 Golongan
“Semoga Ramadan tahun ini Allah SWT meridhai kita, dan semoga tahun ini Allah jadikan Al-Quran senantiasa melekat dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Kata UAH, selama Ramadan semoga memberikan kedekatan umat muslim kepada Allah SWT. Termasuk melakukan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah kita masih dipertemukan dipertengahan dan akhir bulan Ramadan. Semoga seluruh rangkaian Ramadan di tahun ini diterima Allah SWT disertai rahmat, ridha, dan ampunan dari Allah SWT,” katanya.
Peristiwa malam Nuzulul Quran juga dijelaskan dalam ayat Al-Quran, salah satunya pada surat Al-Baqarah ayat 185, dimana bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Quran.
Peristiwa turunnya Al-Quran ke bumi yang terjadi diperingati pada malam 17 Ramadan yang ditandai dengan wahyu pertama Surat Al-Alaq ayat 1-5. ***


















