BANTENRAYA.COM – Cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Selat Sunda kembali terjadi dan membuat penyeberangan di Pelabuhan Merak kembali terganggu.
Bahkan, sore ini Sabtu 16 Maret 2024 pukul 16.00 gelombang laut kembali naik dan membuat gangguan penyeberangan di Pelabuhan Merak.
Dalam sepekan terakhir gelombang tinggi dan angin kencang melanda di Pelabuhan Merak. Akibatnya pihak PT ASDP Merak terpaksa menghentikan sejumlah penyeberangan.
Baca Juga: Drakor Queen of Tears Episode 3: Jam Tayang, Link Nonton, dan Spoiler
Pada Kamis, Jumat dan Sabtu ini beberapa kali gelombang tinggi naik dan membuat penyeberangan terganggu hingga 4 sampao 5 jam di Pelabuhan Merak.
Salah satu warga Azis membenarkan kondisi gelombang tinggi terjadi lagi.
“Yah sore ini terjadi lagi gelombang tinggi. Ini sudah 3 hari dan berlangsung berjam-jam,” katanya, Sabtu 16 Maret 2024.
Baca Juga: Tiket Masuk Gratis! Intip Tempat Liburan Agro Edu Wisata Markazkomobid di Serang Banten
Bahkan, sampai malam ini pukul 19.00 WIB gelombang tinggi masih terjadi di Pelabuhan Merak.
“Yah masih sampai malam ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menjelaskan, keselamtan penumpang menjadi prioritas utama, sehingga tentu saja pihaknya berdasarkan arahan dari beberapa pihak jika terjadi kondisi cuaca ekstrem maka ditetapkan kapal tidak diizinkan berlayar, pelayanan penyeberangan akan dihentikan hingga kondisi cuaca normal kembali.
Baca Juga: Mau Permintaannya Dikabulkan? Catat Beberapa Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Ramadhan Ini
“Tentu kapal tidak diizinkan berlayar,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan dan antrean kendaraan, tegas Shelvy, pihaknya melakukan contingency plan .
“Dengan kondisi cuaca yang ekstrim, misalnya penggunaan kapal dengan GRT besar, penerapan pola operasi misalnya normal, padat dan sangat padat.
Baca Juga: Gerakan Berbagi Kebaikan Ramadhan 2024, Pokja Ekbispar Banten Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
“Jika kondisi operasi berlangsung padat, maka akan dilakukan opsi penambahan jadwal operasi kapal oleh (BPTD) Balai Pengelola Transportasi Darat selaku regulator, lalu penambahan trip, dan kuota,” ujarnya.
Bahkan, papar Shelvy, altetnatif pelabuhan tambahan juga akan digunakan untuk bisa mempercepat antrean.
“Akan dilakukan percepatan pelayanan bongkar muat kapal (port time), penambahan kuota, dan alternatif pelabuhan perbantuan,” ujarnya
Baca Juga: Duel Derbi London Fulham vs Tottenham di Pekan 29 Liga Inggris, Siapa Paling Kuat?.
Sampai saat ini, papar Shelvy, pihaknya masih terus berkoordinasi aktif dengan BMKG untuk memastikan kondisi cuaca.
“Artinya kami pastikan jika kondisi cuaca aman, sehingga keselamatan penumpang diutamakan,” pungkasnya. ***

















