BANTENRAYA.COM – Bank Sampah Lentera Ilmu di Perumahan Bumi Agung Permai 1, Blok W6 , RT 05 RW 23, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, sangat berperan dalam mengurangi sampah di Kota Serang.
Bank Sampah Lentera Ilmu komitmen dalam mengentaskan permasalahan sampah plastik di Kota Serang.
Tak hanya itu kehadiran Bank Sampah Lentera Ilmu juga menumbuhkan kesadaran dalam mengolah sampah rumah tangga.
Baca Juga: JPU Kembali Periksa Tim Pokja ULP Cilegon
Berkat kontribusinya, Bank Sampah Lentera Ilmu mendapat bantuan mesin pencacah sampah dari Pemerintah Kota Serang.
Pemberian bantuan mesin pencacah sampah ini terungkap dalam acara Apel Pagi yang dirangkaikan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 di lapangan upacara Puspemkot Serang, Kota Serang, Senin 26 Februari 2024.
Pembina Bank Sampah Lentera Ilmu Nana Heryatna mengatakan, Bank Sampah Lentera Ilmu sudah terbentuk sejak tahun 2021 lalu. Sejak tiga tahun lalu dibentuk, jumlah anggotanya semakin bertambah.
Baca Juga: Rekomendasi Takjil saat Berbuka Puasa, Tubuh Dijamin Segar dan Gak Loyo
“Berarti semakin banyak kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan. Kemudian membuat sesuatu yang tidak berarti menjadi bermanfaat,” ujar Nana Heryatna, kepada Banten Raya.
Menurut Nana Heryatna, pembentukan Bank Sampah Lentera Ilmu merupakan gerakan pembinaan RT RW, sehingga masyarakat tertarik untuk mengelola sampah rumah tangga menjadi barang yang ekonomis.
“Ini menjadi pemicu juga untuk para RT dan RW se Kota Serang. Mudah-mudahan dengan sample Bank Sampah Lentera Ilmu RW 23 Kelurahan Unyur, bisa mengangkat lingkungan lain berperan dalam pengelolaan sampah, sehingga Kota Serang menjadi kota yang bersih dan ekonomis,” tutur dia.
Baca Juga: Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta, Dievaluasi Mahasiswa CIlegon di Depan Seluruh OPD
Nana Heryatna menjelaskan, Bank Sampah Lentera Ilmu disosialisasikan kepada khalayak ramai bahwa Bank Sampah Lentera Ilmu bisa mengolah sampah yang menghasilkan nilai ekonomis.
“Ternyata gelas bekas air mineral laku, minyak jelantah laku dan seterusnya. Jenis-jenis sampah itu dicatat oleh mereka, sehingga pada waktunya penimbangan mereka datang membawa sampah,” jelasnya.
Sebelum sampah dibawa ke Bank Sampah Lentera Ilmu, masyarakat terlebih dahulu memilah sampahnya di rumah masing-masing.
“Taadinya mungkin harganya kalau dengan apa yang dibawa di rumah 2.000, ketika kita pilah lagi naik harganya karena ada ketentuan-ketentuan juga dari pihak pembeli untuk menaikkan harga,” terang Nana Heryatna.
Menurut Nana Heryatna, masyarakat di RW 23 Kelurahan Unyur saat ini sudah semakin cerdas dalam memilah jenis sampah.
“Alhamdulillah masyarakat sudah paham, sehingga selama tiga tahun kita sudah yang diawalnya hanya beberapa saja, sekarang sudah lebih dari 40 anggota yang aktif untuk nimbang sampah,” tutur dia.
Baca Juga: Tarik Minat Konsumen, Sakinah Residence Gelar Fun Mini Soccer
Nana Heryatna menyebutkan, perolehan sampah organik dari warganya bisa mencapai ratusan kilogram (kg).
“Setiap penimbangan kita hampir mencapai 300 kiloan untuk sampah plastik, minyak jelantah hampir 100 kilogram. Ini hampir setiap penimbangan,” sebutnya.
Nana Heryatna berharap hadirnya bantuan mesin pencacah plastik dapat lebih mengurai sampah lebih minimalis.
“Mudah-mudahan yang tadinya bertumpuk di gudang banyak, dengan adanya mesin bisa lebih ringkas lagi tempatnya, dan bisa lebih banyak dimanfaatkan lagi untuk sampah-sampah lainnya,” kata Nana Heryatna.
Baca Juga: Fuja Fauziah Tersangka Kasus Penggelapan Uang Toko Skincare di Serang, Ngaku Khilaf dan Hidup Hedon
Nana Heryatna mengatakan, sampah diperoleh dari lingkungan terdekat Kelurahan Unyur, Kota Serang.
“Selain dari lingkungan kita juga ada dari luar seperti ada yang tukang ngambil sampah pagi-pagi ibu-ibu kita juga tawarkan, dan mereka alhamdulillah bergabung dengan kita. dan sudah mulai berjalan,” kata Nana Heryatna.
Ketua Bank Sampah Lentera Ilmu Neneng mengatakan, jumlah anggota Bank Sampah Lentera Ilmu mencapai puluhan orang. Puluhan anggota itu berasal dari Lingkungan Unyur dan Bumi Agung Permai (BAP).
“Sementara ini masih di Lingkungan Unyur di Lingkungan Bumi Agung, karena memang kita dalam pengelolaan ini juga kita harus ada kemudahan akses. Kalau anggota kita jauh harus kita pertimbangkan juga,” kata Neneng.
Neneng berharap, dengan hadirnya mesin pencacah plastik, jumlah masyarakat makin bertambah yang merasakan manfaat keberadaan Bank Sampah Lentera Ilmu.
“Alhamdulillah mudah-mudahan lebih banyak lagi masyarakat kita yang bisa diperbantukan perekonomiannya dengan adanya bank sampah ini,” katanya.
Neneng menerangkan, tujuan awal membentuk Bank Sampah Lentera Ilmu untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih.
“Ternyata sampah ini bisa menjadi sebuah income untuk keluarga. Makanya yang tadinya biasa-biasa aja sekarang semangat untuk ngumpulin sampahnya,” terang dia.
Neneng menjelaskan, masyarakat yang mengelola sampah diberikan tabungan, sehingga warga memanfaatkan buku tabungan untuk menyimpan uang.
“Uangnya dalam bentuk tabungan. Semuanya menabung. Ada yang tabungan untuk token listrik karena kebutuhan. Ada juga yang nabung nggak diambil-ambil katanya pengen umroh. Dan Alhamdulillah dalam satu kali penimbangan setiap orang itu ada paling minim 60 ribu maksimal sampai 200 ribuan,” tandasnya.
Sekda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada para pejuang yang sudah mengelola sampah yang baik dan benar.
“Di Hari Peduli Sampah Nasional ini kita apresiasi para pejuang itu. Karena sesungguhnya sampah masih dipandang barang yang tidak ternilai sama sekali, tetapi dilakukan oleh orang-orang yang tepat ternyata sampah bisa menghasilkan secara materi,” kata Nanang Saefudin.
Nanang Saefudin juga menuturkan, keberadaan para bank sampah, TPS3R, dan petugas kebersihan sudah banyak membantu Pemkot Serang.
“Ini sangat membantu Pemkot Serang dalam mengurai sampah di Kota Serang,” tandasnya. ***
















