SERANG, BANTEN RAYA – Pelajaran praktik olahraga ditiadakan saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah di Kota Serang. Kegiatan tersebut bukan termasuk mata pelajaran (mapel) esensial. PTM terbatas di Kota Serang sendiri direncanakan dimulai pada, Senin (6/9/2021).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Alpedi mengatakan, pelajaran praktik olahraga tidak diajarkan pada saat PTM terbatas, karena praktek olahraga tidak termasuk mapel esensial.
“Kalau olahraga kan tidak kesulitan mereka (siswa) itu. Kayak matematika, Bahasa Inggris. Selama virtualnya mengalami kesulitan. Bertanyanya enggak bisa misalkan, nah pada saat ini (PTM)lah dipecahkan, jadi yang esensial saja,” ujar Alpedi, kepada Bantenraya.com, usai mendampingi Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin monitoring vaksinasi massal di SMPN 23 Serang, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (2/9/2021).
Berbeda dikatakan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin. Menurut dia, pelajaran praktik olahraga boleh dilaksanakan sepanjang tidak menimbulkan kerumunan. “Praktik olahraga sepanjang kerumunannya tidak nampak saya kira tidak masalah,” kata Subadri.
Ia mengatakan, sekolah yang akan melaksanakan PTM terbatas harus sudah memiliki persiapan secara menyeluruh. Mulai dari vaksinasi tenaga pendidik, vaksinasi anak didik, sarana dan prasarana, dan prokesnya pun sudah harus siap. Ia menjelaskan, jumlah target siswa yang akan divaksin di Kota Serang sebanyak 26 ribu orang dan kini progresnya telah mencapai 47 persen.
“Pak wali sih menginstruksikan pekan depan. Maka untuk jalan tidaknya bukan hanya vaksin gurunya, bukan hanya muridnya, tapi tentu sarprasnya, prokesnya sudah disiapkan belum. Contoh tempat cuci tangannya, hand sanitizernya, thermo gunnya, fasilitasi atau penyediaan maskernya, kelasnya juga sudah diatur atau belum untuk menyiapkan 50 persennya, lalu dari waktunya,” kata dia.
Saksikan Podcast Meja Redaksi di Banten Raya Channel
Subadri menyatakan, seluruh SMP di Kota Serang mungkin sudah siap melaksanakan PTM terbatas. “SMP mungkin semua. Kemarin pak walikota tanpa itu pake acuan SK tiga menteri. Kata pak wali. Terus Minggu depan saya yakin pergubnya sudah keluar,” terang Subadri. (harir)

















