SERANG, BANTEN RAYA-Mahasiswa Universitas Bina Bangsa (Uniba) yang tergabung dalam Kelompok 53 kuliah kerja mahasiswa (KKM) melakukan pendmapingan terhadap pengrajin batik di Kampung Kedokan Porang, Desa Pamanuk, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang.
Putri, salah seorang anggota Kelompok 53 KKM Uniba menyampaikan, pihaknya sudah beberapa hari ini berkunjung ke kediaman pengerajin batik pimpinan H Madi. Salah satu tujuannya adalah untuk megetahui proses pembatikan, mencari tahu kendala-kendala atau masalah yang dihadapi.
“Kami berharap bisa menampung aspirasi dan mengetahui permasalahan yang dihadapi Bapak H. Madi, dan bisa memberikan solusi dari masalah tersebut,” kata Putri, kemarin.
Ia mengaku, berdasarkan hasil kunjungan ke pengrajin batik tersebut, ditemukan beberapa kendala diantaranya adalah pemodalan.
Solusi yang ditawarkan adalah dengan pengajuan proposal usaha pembiayaan dan pemodalan, baik ke bank atau koperasi simpan pinjam dengan bunga ringan untuk mengembangkan usahanya.
“Atau bisa juga membuat proposal untuk menarik pemodal agar bersama-sama mengembangkan usahanya tersebut,” ungkapnya.
Belum lagi pada saat ini, lanjutnya, pemerintah membuka luas kesempatan untuk para pelaku usaha UMKM atau IKM yang terdampak pandemik Covid-19. Misalnya mengajukan bantuan dari program-program yang diselenggarakan melalui Dinas Koperasi dan UMKM.
“Makanya kami hadir dan menyampaikan kepada beliau tentang solusi yang bisa diambil oleh bapak H. Madi terkait masalah pemodalan,” ujarnya.
Senada disampaikan Yusril, anggota Kelompok 53 KKM Uniba, pihaknya juga melakukan pendampingan dalam hal perijinan usaha dengan membuatkan ijin usaha. Dengan demikian pengrajin batik sudah terdaftar sebagai pelaku usaha UMKM/IKM.
“Kami juga menyampaikan informasi terkait program yang diselenggarakan pemerintah melalui kementerian atau dinas koperasi dan UMKM setempat. Disamping pendampingan pembuatan perijinan dan sosialisasi program pemerintah, kami pun melakukan pendampingan dalam pembuatan proposal pengajuan dana atau pemodalan,” ungkapnya.
“Kami berharap dengan diajarkannya cara membuat proposal usaha tersebut, pengrajin batik bisa mengambil kesempatan dan atau mencari strategi untuk pemodalam pengembangan usahanya,” sambungnya. (satibi)














