BANTENRAYA.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten mendorong Banten sebagai titik nol kilometer pengembangan sentra Kopi Gunung Karang.
Harapan BI Banten tersebut dimaksudkan supaya kopi menjadi salah satu komoditas yang mampu mendongkrak perekonomian di Banten.
Kepala KPw BI Provinsi Banten Imaduddin Sahabat mengatakan, kontribusi Banten terhadap pasar kopi nasional hanya 0,2 persen.
Baca Juga: Warga 3 Desa Tanam Pohon Pisang di Bekas Galian PDAM Lebak, Kondisi Lokasi Pekerjaan Bikin Geram
Persentase itu setara hanya mampu memproduksi 2.000 ton dari jumlah kopi yang dibutuhkan sebanyak 798 ribu ton per tahun.
Melalui peresmian Imah Kopi atau rumah kopi Gunung Karang, diharapkan menjadi pengembangan bagi para petani, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan UMKM yang bergerak di bidang kopi dari hulu sampai ke hilir.
“Imah Kopi ini di Banten, tidak hanya mejual kopi biasa, namun punya value luar biasa,” kata Imad dalam peresmian Imah Kopi Gunung Karang, Kecamatan Juhut, Kabupaten Pandeglang, Minggu 26 November 2023.
Baca Juga: Bank Emok Menjamur, Diskoperindag UMKM Kabupaten Pandeglang Angkat Tangan
“Ada experience dari menanam sampai menikmati kopi, bahkan ada kopi yang sudah berumur satu abad. Dan ini akan menjadi kolaborasi yang luar biasa,” ungkapnya.
Dalam pengembangannya, BI menggandeng salah satu investor dalam negeri yaitu Tomorrow Coffe yang sudah mempunyai 2.000 tenan tersebar di seluruh Indonesia.
“Kita sinergikan dengan investor kopi yang sudah punya 2.000 cabang sebagai bentuk pengembangan kopi di Banten. Kami harap kopi Banten bisa masuk ke pasar mereka,” tuturnya.
Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar bilang bawha Gunung Karang menjadi atap bagi kehidupan sebagain masyarakat di Banten.
Oleh sebab itu, pihaknya akan berupaya menjadikan kawasan Banten Selatan sebagai industri berbasis agro.
“Kita di selatan ingin dorong perkembangan berbasis (Industri-red) agro ,kita ingin Pandeglang bagian dari sentra pengembangan tersebut,” kata Al.
Baca Juga: TERBARU! Kode Redeem Gods of Myth Idle RPG 26 November 2023, Ambil Reward Gratis Sebelum Hangus
Al melanjutkan, dengan adanya kemajuan teknologi yang canggih, Pemprov Banten berupaya mempertahankan potensi alam supaya tetap terjaga dengan baik.
“Sektor agrowisata menjadi pengembangan teknologi mutakhir sehingga punya bargaining (tawaran) terhadap dunia, kita yakin dengan potensi tersebut,” terang Al.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid menambahkan, Gunung Karang merupakan mata pencaharian penduduk mengandalkan hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Kemudian lanjutnya, Pandeglang kaya akan sumber daya genetik terutama tanaman kopi arabika, robusta, dan liberika, bahkan usianya lebih dari satu abad.
“Imah kopi akan dikelola oleh masyarakat, dan punya dampak, dan pasti pergerakan ekonomi, ini akan terjadi pertumbuhan ekonomi berbahan dasa kopi,” kata Tauchid.
Hadir dalam agenda tersebut Bupati Pandeglang Irna Narulita, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Al Hamidi, serta Investor dari tomorrow coffe Peter. ***


















