BANTENRAYA.COM – Simak terdapat 5 fakta penari dari penari pacu jalur yang berasal dari Riau dan kini viral di media sosial yang ramai ditiru oleh warga luar negeri.
Media sosial terutama TikTok ramai yang membicarakan dan meniru tren aura farming penari pacu jalur oleh content creator, para artis, sepak bola dunia, dan lain-lain.
Tren tersebut meniru dari salah satu festival yang ada di Indonesia yaitu pada gelaran Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Baca Juga: SMPN 2 Cipanas Lebak Luncurkan Buku Antologi, Selebrasi Keberanian Para Siswa dalam Menulis
Pacu Jalur merupakan perlombaan tradisional dayung perahu atau sampan yang terbuat dari kayu yang menjadi perahu khas Rantau Kuantan yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Perlombaan Pacu Jalur tersebut sebagai salah satu untuk mempromosikan dan melestarikan budaya dari Kuantan kepada masyaraakat Indonesia maupun internasional.
Dikutip Bantenraya.com dari akun Instagram Pesona Indonesia @pesona.indonesia, penari seperti di atas perahu tersebut dianggap keren dan berkarisma.
Pasalnya, mereka dapat menjaga keseimbangan tubuh di atas perahu yang didayung oleh beberapa orang, dan dianggap sebagai main character.
Berikut fakta-fakta tentang Pacu Jalur yang ramai ditiru di media sosial sebagai berikut:
1. Tradisi Pacu Jalur sudah ada sejak tahun 1890. Pacu memiliki arti perlombaan dan Jalur memiliki arti perahu yang digunakan.
Baca Juga: Pemprov Banten Bakal Pungut Pajak Air Permukaan, Industri Buru-buru Bikin NPWPD
2. Penari Pacu Jalur tersebut tak hanya sekedar aura farming tetapi berperan sebagai tukang Onjai atau pemberi irama yang memberikan tekanan, dan menyemangati timnya.
3. Penari akan mulai menari ketika jalur yang dinaikinya unggul di depan atau dinyatakan menang.
Namun kalau jalurnya imbang, maka penari hanya berayun-ayun saja.
Baca Juga: Etalase Rumah Penuh Piala, Anak Pedagang Es di Ponorogo Diterima ITB Lewat Jalur Prestasi
4. Lomba Pacu Jalur diikuti oleh beberapa orang atau tim beregu.
5. Tahun 2014 lalu tradisi Pacu Jalur secara resmi diakui dan ditetapkan oleh Kemendikbudristek sebagai bagian dari warisan budaya nasional dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. ***
















