BANTENRAYA.COM – Sebanyak sembilan sekolah di Provinsi Banten mendapatkan apresiasi dari Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa).
Pemberian penghargaan dari Badan Bahasa diberikan sebagai sekolah terbaik dalam pelaksanaan giat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka.
Tahun ini, Badan Bahasa menyelenggarakan Giat UKBI Adaptif Merdeka bagi pelajar tingkat SMP dan SMA se-Indonesia.
Baca Juga: Penyandang Disabilitas di Jiput Dimanjakan dengan Bantuan Kursi Roda hingga Alat Mandi
UKBI diperkenalkan kepada para pelajar dan Provinsi Banten mendapatkan kuota 10.000 pelajar.
Pelaksanaan Apresiasi Giat UKBI Adaptif Merdeka mulai bulan Februari sampai dengan bulan September. Badan Bahasa mencari 40 sekolah terbaik se-Indonesia.
40 sekolah terbaik tersebut akan mendapatkan apresiasi peningkatan kemahiran berbahasa sebanyak Rp20 juta.
Baca Juga: Mengenal Jenis Nyamuk dan Bahayanya, Ada yang Sampai Sebabkan Kelumpuhan dan Kematian
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan apresiasi kepada SMP/sederajat atau SMA/sederajat yang aktif menyelenggarakan UKBI Adaptif Merdeka.
Sekolah yang sudah melaksanakan UKBI mengirimkan persyaratan penilaian, yaitu lima foto pelaksanaan UKBI, video berdurasi 3 menit tentang pelaksanan UKBI, dan artikel sebanyak 500 kata tentang pelaksanaan UKBI.
Pengumuman sekolah terbaik disampaikan saat acara pembukaan seminar dan lokakarya kemahiran berbahasa di Hotel Mercure Ancol pada 2 November 2021.
Baca Juga: Seminar Merdeka Pembelajaran Abad 21 dari PGRI Tangsel, Upaya Optimalkan Pelayanan Pendidikan
Hebatnya, dalam acara tersebut perwakilan sekolah terbaik paling banyak berasal dari Provinsi Banten.
Koordinator KKLP UKBI Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Atikah Sholikah menyampaikan, lomba ini bertujuan mengapresiasi sekolah yang aktif melaksanakan kegiatan UKBI Adaptif Merdeka bagi Pelajar.
”Dokumen yang dinilai adalah foto pelaksanaan kegiatan Giat UKBI Adaptif Merdeka bagi Pelajar di sekolah, video pelaksanaan kegiatan, tanggapan peserta dan panitia, serta artikel tentang pelaksanaan kegiatan ini,” katanya kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Hari Ayah Nasional 12 November, Betapa Pentingnya Sosok Ayah dalam Keluarga
Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, E Aminudin Aziz menyampaikan, dalam proses penjaringan peserta Kantor Bahasa Provinsi Banten bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama Provinsi Banten.
Ia mengaku, pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka bagi pelajar bertujuan menumbuhkan sikap positif pelajar terhadap bahasa Indonesia.
Pentingnya menjadikan bahasa Indonesia sebagai identitas kebangsaan juga menjadi sorotan utama.
Baca Juga: Komisi VIII DPR RI Akan Terbang ke Tanah Suci untuk Lobi Arab Saudi Soal Keberangkatan Haji
“Kalau bahasa Indonesia tidak disepakati saat Sumpah Pemuda, maka bagaimana kita berkomunikasi saat ini dengan orang-orang dari berbagai suku bangsa yang tentunya memiliki bahasa daerah yang sangat berbeda?,” ungkapnya. ***


















