SERANG, BANTEN RAYA-Dalam rangka mengembangkan pelaku usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) di Provinsi Banten, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menggelar pelatihan dan pendampingan digital active selling selama enam bulan.
Dalam laporannya, perwakilan Fasilitator Banten Wulan Retnowati menyampaikan, kegiatan ini difasilitasi oleh Kementerian Kominfo. Dengan melihat kondisi saat ini, bahwa pelaku UMKM di Indonesia, khususnya di Banten sangat tertinggal jauh jika dibandingkan dengan UMKM yang berada di negara berkembang seperti Indonesia dalam mensikapi perubahan dan perkembangan teknologi.
Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, khususnya di Banten mengakibatkan banyaknya pelaku UMKM yang mengalami kemunduran dalam usahanya. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo menggelar kegiatan pelatihan dan pendampingan selama enam bulan, untuk meningkatkan kapasitas manajemen bagi pelaku UMKM di Indonesia, khususnya di Banten melalui pelatihan dan pendampingan digital active selling.
“Perlu saya laporkan kepada Bapak Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banten, jumlah peserta yang terdaftar dalam kegiatan ini kurang lebih mencapai 600 pelaku UMKM, sedangkan kuota yang diberikan Kementerian Kominfo untuk Provinsi Banten sebanyak 2.600 pelaku UMKM,” kata Wulan, kemarin.
Artinya, lanjutnya, kesempatan ini sangat disayangkan jika dilewatkan. Oleh karena itu, Wulan memohon kepada Kepala Dinas Komperasi dan UMKM untuk bisa membantu dalam memberikan sosialisasi dan mengajak pelaku UMKM di Banten untuk bergabung dalam kegiatan ini.
“Karena sangat disayangkan jika kuota ini terbuang cuma-cuma, dengan sedikitnya pelaku UMKM di Banten yang tidak ikut dalam kegiatan ini. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat, pelaku UMKM bisa melakukan penjualan secara online sistem setelahnya mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini menilai, kegiatan ini bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi pelaku UMKM di Provinsi Banten. Selain meningkatkan sumber daya manusia bagi pelaku UMKM, kegiatan ini juga memberikan paket starter kit berupa sistem point off sale senilai Rp1.250.000.
“Melalui kegiatan ini kami berharap pelaku UMKM di Banten semkain maju dan berkembang, dapat melakukan penjualan melalui onlien sistem. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian bagi pelaku UMKM, dan tentunya akan mempengaruhi kondisi perekonomian Banten,” harapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten Tabrani dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Kominfo yang melaksanakan progrm kegiatan ini di Provinsi Banten.
Menurutnya, saat ini pelaku UMKM dimasa pandemi Covid-19 memang sangat terpukul dari sisi usaha, karena banyak lokasi kegiatan usaha ditutup. Sehingga pelaku UMKM banyak yang tidak dapat melaksanakan aktivitas penjualan.
Umkm yang mampu melakukan aktivitas penjualan, kata Tabrani, adalah pelaku UMKM yang mampu migrasi dari penjulaan konvensional beralih ke penjulaan digital. Artinya, para pelaku UMKM yang bertahan ditengah pandemi Covid-19, adalah pelaku UMKM yang bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk melakukan penjualan prodaknya secara online.
“Banyak UMKM di Banten yang belum mengarah ke sana, karena banyak dinas yang belum melakukan pelatihan ke arah teknologi. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM di Banten,” imbuhnya. (satibi)


















