BANTENRAYA.COM – Kinerja Gubernur Banten Andra Soni dalam 100 hari mendapat respon dan penilaian positif dari berbagai pihak, salah satunya dari Direktur Ekskutif Paradigma Indonesia, Zulfian.
Zulfian menilai dalam 100 hari kerjanya, Andra sudah berhasil membawa arah baru Banten dan telah bekerja nyata. Walaupun 100 hari merupakan waktu yang singkat.
Selain itu, Zulfian menilai Andra Soni telah membuktikan kinerjanya dan telah membawa perubauan sejak hari pertama, melalui visi “Banten Maju, Adil, Merata Tidak Korupsi”
“Berbagai program prioritas telah dijalankan, menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penanggulangan bencana,” ujar Zulfian dikutip Bantenraya.com, Jumat 30 Juni 2025.
Pada sektor pendidikan, ia berpendapat bahwa program sekolah gratis untuk SMA, SMk, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta di Provinsi Banten yang salah satu tujuannya untuk mengurangi angka putus sekolah.
Program ini resmi diluncurkan oleh Gubernur Banten pada 2 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, dan akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2025/2026.
Baca Juga: Viral Rekaman Suara Seorang Guru Berbicara Tak Senonoh Kepada Muridnya di SMPN 03 Depok
Dengan skema pembiayaan dana subsidi yang bervariasi di masing-masing wilayah, seperti untuk wilayah Tangerang Raya akan mendapatkan subsidi sebeser Rp250.000 per bulan per siswa.
Sementara untuk wilayah Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang dan Kota Cilegon akan menerima subsidi sebesar Rp150.000 per bulan per siswa.
“Dana subsidi akan disalurkan langsung ke rekening siswa dan secara otomatis digunakan untuk membayar biaya sekolah, termasuk SPP, uang gedung dan LKS,” katanya.
Sejak diluncurkanya sudah ada sebanyak 811 sekolah swasta dari total 1.237 telah resmi bergabung dengan program sekolah swasta gratis.
“Program sekolah gartis ini menunjukkan komitmen gubernur Andra Soni dalam meningkatkan akses Pendidikan di Banten,” tuturnya.
Pada sektor kesehatan, ia menila Andra dan Wakilnya Dimyati Natakusuma tidak membutuhkan waktu lama untuk mengeksekusi RSUD Labuan dan RSUD Cilograng yang sempat terbengkalai, yang kini sudah resmi beroperasi.
Baca Juga: Benarkah Ada Minuman Beralkohol di Gala Dinner Prabowo-Macron? Seskab Teddy Buka Suara
“Jika dibiarkan berlarut dan tidak diresmikan warga Banten Selatan terutama di Kecamatan Cilograng harus menempuh perjalan ke Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Begitupun dengan RSUD H.M Irsyad Djuwaeli Labuan,” paparnya.
Kemudian di bidang infrastruktur, Zulfian menilai program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang diinisiasi langsung oleh gubernur tersebut sebagai langkah strategis.
“Saya melihat program ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah pedesaan, mendukung sektor pertanian dan pariwisata, serta mempercepat pengentasan kemiskinan di Provinsi Banten,” tuturnya.
Program Bang Andra tersebut, lanjut Zulfian mencerminkan komitmen Andra Soni dalam membangun infrastruktur yang responsive, berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Dengan pendekatan yang terintegrasi dan fokus pada pemberdayaan desa, program ini diharapkan menjadi katalisator dalam mewujudkan Banten yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” katanya.
Selanjutnya, terkait dengan penanganan Banjir dan longsor dilakukan Andra dengan cara terukur, yakni mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten untuk merealisasikan berbagai program penanganan banjir secara konkret di berbagai wilayah.
Baca Juga: Seba Baduy Bukan Ketundukan Masyarakat Baduy pada Penguasa Tap Yuk Disimak Biar Nambah Pengetahuan
“Normalisasi Kali Pembuang Cibanten sejauh 5 kilometer dimulai dn 2 kilometer rampung dan berbagai upaya lainnya sperti pemasangan U-Ditch, perbaikan drainase di berbagai kabupaten/kota dan sebagainya,” ujarnya.
Tidak hanya itu, dalam melakukan reformasi tata kelola sekolah juga Andra juga telah meluncurkan berbagai program yang bertujuan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keadilan dalam sistem pendidikan di Provinsi Banten.
“Beliau menyatakan komitmennya untuk memantau dan mengevaluasi kinerja para kepala sekolah secara langsung, serta menerapkan sistem reward and punishment yang adil dan merata. Terus menghapus praktik titipan dan sogok dalam penerimaan siswa baru juga sudah sangat tepat,” ungkapnya.
Dalam hal komunikasi publik yang dilakukan Andra Soni, kata Zulfian sudah efektif sehingga program-program yang dijalankannya mendapat dukungan dari masyarakat. ***


















