BANTENRAYA.COM – Menjelang musim mudik Lebaran, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional atau BPJN Banten tengah memercepat perbaikan jalan di sejumlah titik yang menjadi jalur utama arus mudik Lebaran 2025.
Perbaikan ini ditargetkan selesai maksimal pada H-10 Lebaran 2025 untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan para pengguna jalan.
Kepala Seksi Preservasi BPJN Banten Bobby Erlangga mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya fokus memperbaiki ruas-ruas jalan nasional yang strategis.
“Selama periode Januari hingga Februari 2025, Kita (BPJN Banten) telah melakukan penanganan terhadap 12 ruas jalan nasional di sepanjang jalur pantura. Penanganan dilakukan melalui patching hot mix, pembersihan drainase, dan penanganan sodetan genangan air,” kata Bobby kepada Banten Raya, Minggu, 9 Maret 2025.
“Untuk ruas yang telah ditangani diantaranya akses tol Merak, Jalan Raya Serang (STA 00+015, 67+800), Batas Kota Cilegon – Batas Kota Serang, Batas Kota Serang – Batas Kota Tangerang (STA 18+500 – 18+700, 1+600), Cibaliung – Sumur, Cibaliung – Cikeusik – Muara Binuangeun (8+500, 8+900), dan Simpang-Bayah (2+900, 2+960, 17+100). Selain itu, jalan layang Seruni dan jalan ke arah Pelabuhan Ciwandan Anyer, serta jalan di sepanjang Jalan Raya Serang yang menuju ke arah Cilegon, itu sedang tahap kita lakukan perbaikan,” sambungnya.
Meski kini pengerjaan tengah dikebut, Bobby mengakui pihaknya sempat menghadapi kendala yang menyebabkan keterlambatan perbaikan.
“Memang kita ada keterlambatan dalam melakukan pengerjaan, karena adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Yang seharusnya kita bisa jalan cepat di awal tahun, ini harus agak sedikit menunggu karena penyesuaian anggaran. Karena kita tidak mungkin juga maksa melakukan pekerjaan dengan anggaran yang belum pasti,” jelasnya.
“Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga sedikit menghambat pekerjaan ya. Yang seharusnga kita sudah bisa lakukan pengerjaan, namun saat semua sudah siap, taunya hujan. Maka kita tidak bisa jalan juga,” tambahnya.
Baca Juga: Laris Manis saat Ramadhan, Asmawi Idris Tetap Pertahankan Kualitas Bontot
Kendati demikian, Bobby menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menyelesaikan perbaikan sebelum puncak arus mudik.
“Alhamdulillah insyaAllah kita target H-10 Lebaran sudah selesai semua,” ujarnya.
Bobby mengatakan, BPJN Banten saat ini memrioritaskan perbaikan jalan yang menjadi jalur vital bagi para pemudik, terutama di kawasan yang berdekatan dengan pelabuhan.
“Untuk saat ini, perbaikan jalan yang sedang kita lakukan masih berfokus pada titik-titik yang akan dilalui oleh pemudik, utamanya yang dekat dengan pelabuhan,” terang Bobby.
Baca Juga: Intip Lirik Lagu Qalbi Fil Madinah dari Maher Zain ft Harris J Lengkap dengan Terjemahannya
Selain itu, pihaknya juga berencana mempercepat perbaikan di sejumlah titik yang berisiko tinggi bagi pengendara roda dua.
“Titik-titik ruas jalan yang mungkin saat ini belum tersentuh seperti di ruas jalan Taman Kopassus dan Serdang itu secepatnya akan kita tangani. Karena kita juga khawatir akan pengendara sepeda motor. Kita harus pastikan agar pemotor itu bisa jalan dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bobby menerangkan, perbaikan akan dilakukan secara bertahap dan masif. Apabila belum sepenuhnya rampung sesuai target, BPJN Banten akan melanjutkan pengerjaan setelah Lebaran untuk memastikan kualitas jalan tetap terjaga.
“Kalau di H-10 belum selesai tentu akan kita lanjutkan setelah Lebaran. Karena itu kan jadi fokus utama kerja kami. Kita tidak ingin melakukan pengerjaan yang hanya cepat tapi kualitasnya buruk,” ucapnya.
Baca Juga: Mudah! Inilah 4 Ide Menu Takjil Sederhana dan Segar, Cocok untuk Berbuka Puasa
Selain jalur utama pemudik, Bobby mengatakan jika BPJN Banten juga tengah memperbaiki ruas jalan yang menuju ke destinasi wisata, khususnya di wilayah Banten Selatan.
“Biasanya di H+2 dan selanjutnya itu tempat wisata ramai dikunjungi masyarakat. Jadi ya saat ini fokus kita dua itu, ruas jalan untuk pemudik dan tempat wisata,” katanha.
“Tentunya kita ingin masyarakat yang melakukan mudik bisa dengan nyaman berkendara, dan aman. Selain itu karena Banten ini kan juga gerbang masuk dari Jawa ke Sumatera, pasti tersorot ya. Makanya kita terus lakukan proses perbaikan. Paling tidak di H-10 itu sudah tertutup semua, bagus, baru setelahnya nanti kita lakukan permanen,” pungkasnya.***



















