BANTENRAYA.COM – Penjabat (Pj) Sekda Pandeglang Taufik Hidayat, terpilih jadi Ketua Umum Askab PSSI Pandeglang dalam Kongres PSSI Pandeglang di Hotel Pandeglang Raya, Sabtu 29 Januari 2022.
Taufik Hidayat ditetapkan oleh pimpinan sidang kongres sebagai ketua terpilih oleh pimpinan sidang M Ilma Fatwa didampingi anggotanya Muhaemin dan Endang Mulyana.
Sebelum ditetapkan jadi Ketua Umum PSSI di Kota Santri ini, pimpinan sidang meminta tanggapan dan persetujuan kepada peserta kongres dan disepakati.
Baca Juga: 21 Voter Ikuti Kongres PSSI Pandeglang, Ketua Harian KONI Pandeglang Pesankan ini
Anggota Exco PSSI Banten Amirul Mukminin yang membuka kongres dan memantau hingga usai menyebut perkembangan sepakbola Pandeglang masih belum menggembirakan dan bisa dibilang masih tertinggal oleh daerah lain di Banten.
Indikatornya kata Amir adalah minimnya klub asal Pandeglang yang tampil di Liga 3 PSSI Banten tahun 2021 lalu.
Baca Juga: Robin Gosens Resmi Berlabuh ke Inter Milan
“Keikutsertaan klub asal Pandeglang di Liga 3 tahun 2021 hanya dua klub. Ini menandakan bahwa perkembangan sepakbola Pandeglang tertinggal dibanding daerah lain yang cukup banyak mengirimkan tim misalna Kota Tangerang Selatan 10 tim, Kota Serang 4 tim, Cilegon 4 tim, dan Pandeglang 2 tim,” kata Amirul Mukminin saat membuka Kongres PSSI Pandeglang, Sabtu 29 Januari 2022.
Namun demikian kata Amir, pengurus PSSI Pandeglang dibawah pimpinan Taufik Hidayat jangan berkecil hati dan belum majunya sepakbola daerah harus jadi motivasi.
“Asprov PSSI Banten berharap sepakbola Pandeglang lebih bergairah lagi. Saya tahu percis, sepakbola punya potensi besar di bidang sepakbola karena saya termasuk orang yang bergruru sepakbola di Pandeglang,” kata owner Klub Bantara SC Kita Serang ini.
Baca Juga: Diam-diam Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Serang Melonjak, Berikun Sebarannya
Amirul Mukminin juga mengamanatkan agar ASKAB PSSI Pandeglang melaksanakan empat hal yakni penyelanggaraan kompetisi yang rutin dan berjenjang, kedua peningkatan kapasitas pelatih, ketiga penyertaan kurikulum pembinaan sepakbola misal filanesia atau gaya sepakbola Eropa dan lainnya, keempat penguatan kelembagaan ASKAB, SSB dann Klub.
“Klub dan SSB harus punya akta notaris agar tidak terpecah dikemudian hari misalnya mencegah dualisme,” pesannya. ***

















