BANTENRAYA.COM – Sebagai bentuk nyata komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat, Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten melepas sebanyak 547 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak.
Rektor UNMA Banten, Andriansyah mengatakan, program KKN Tematik ini merupakan agenda strategis kampus dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor kemajuan masyarakat desa. Tahun ini, mahasiswa UNMA disebar ke delapan kecamatan di dua kabupaten, yaitu Pandeglang dan Lebak, yang mencakup 23 desa.
“KKN ini bukan hanya rutinitas, tetapi bagian dari proses membumikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah. Mahasiswa akan tinggal dan hidup bersama masyarakat selama sebulan. Mereka harus hadir sebagai sahabat masyarakat, bukan sebagai tamu,” ujar Rektor, Jumat 25 Juli 2025.
Andriansyah menekankan, pentingnya interaksi sosial dan kolaborasi selama pelaksanaan KKN. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus kembali ke akar melayani masyarakat. “Alhamdulillah, sebelum diberangkatkan, para mahasiswa telah dibekali dengan keterampilan praktis dan pemetaan masalah desa oleh dosen-dosen pembimbing lapangan,” pesannya.
Baca Juga: Kepala MI di Lebak Ngutang ke Toko Bangunan Demi Perbaiki Sekolah
Tak hanya mengabdi, para mahasiswa juga akan mempresentasikan hasil kerja mereka dalam Pameran Hasil KKN yang akan digelar setelah program selesai. “Ini bukan sekadar turun ke desa, tapi mendorong lahirnya solusi lokal dari anak-anak bangsa,” ujarnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNMA Banten, Nenden Sartika Suciyati menyampaikan, pelaksanaan KKN tahun ini menjadi lebih istimewa karena melibatkan mahasiswa dan dosen yang berhasil meraih hibah penelitian dan pengabdian dari pemerintah.
“Alhamdulillah UNMA Banten meraih Juara 1 se-Banten dalam penerimaan hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain itu, UNMA juga masuk dalam enam perguruan tinggi terbaik penerima hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2025,” katanya.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi menyambut baik pelaksanaan KKN Tematik di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN bisa menjadi kekuatan baru dalam menata desa, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga literasi digital.
Baca Juga: Aniaya Istri dan Anak, Pria di Kota Serang Dituntut 2 Tahun Penjara
“Pandeglang itu luas dan memiliki potensi besar, tetapi tantangannya juga tak sedikit. Mahasiswa bisa menjadi agen akselerasi perubahan jika hadir dengan empati dan kesungguhan,” ujarnya. (***)

















