oleh: Sholehudin Muhtadi Longsir.
Mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak manusia yang masih belum mengerti apa alasan untuk berbahagia di malam pergantian tahun baru?
Meskipun saya sendiri tidak mempersalahkannya, selagi luapan kebahagian di malam pergantian tahun itu masih dalam batas-batas kewajaran.
Baik kewajaran batas agama atau batas kewajaran norma sosial budaya.
Kalau malam pergantian tahun baru Hijriah saya masih bisa mencari-cari alasan untuk berbahagia pada malam tersebut, disamping saya sendiri beragama Islam, tanpa bermaksud merendahkan keyakinan yang lain.
Alasanya begini ; semakin bertambah tahun hijriah maka semakin dekat hari kiamat.
Dan karena Nabi SAW sendiri mengkabarkan bahwa antara dirinya dan hari kiamat itu sangat dekat sekali, yaitu laksana jari telunjuk dan jari tengah.
Isyarat baginda SAW tentang jarak antara beliau dengan hari kiamat ibarat kedekatan jari telunjuk dan jari tengah beliau, ditafsirkan oleh banyak ahli sebagai singkatnya waktu. Artinya kiamat itu tidak akan jauh dari waktu kewafatan beliau.
BACA JUGA: Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 dalam Bahasa Inggris Lengkap dengan Artinya
Lalu dimana letak alasan kebahagian pergantian tahuh hijriah tersebut?
Ya letaknya ada pada setiap pergantian tahun hijriah tidak terjadi hari kiamat. Sudah hampir 1447 tahun yang lalu, dihitung sejak awal hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.
1447 tahun itu adalah waktu yang lama menurut hitungan saya, dimana Nabi Saw mengisyartakannya pendek dan sebentar, yaitu laksana kedekatan jari telunjuk dan jari tengah.
Sehingga itu semua menjadikan saya berbahagia setiap kali pergantian tahun hijriah.
Dan kebahagiaan tersebut disalurkan dengan bersyukur, dengan cara bertaubat, berdzikir, sholat, berdoa dan berkomitmen untuk menjadi lebih baik dan bertaqwa pada tahun berikutnya. Karena khawatir siapa tahu kiamat keburu datang.
Dan kalau benar kiamat itu tiba, paling tidak saya sudah menjadi orang bertaubat.
Nah, kalau alasan berbahagia pada malam pergantian tahun masehi sampai hari ini belum ketemu. Untuk menemukan manfaat malam pergantian tahun masehi untuk saya sendiri saja tidak saya temukan.
Kalau para pedagang kaki lima dan para pekerja di sektor keparawisataan, mereka jelas mendapat kemanfaatan yang besar di malam pergantian tahun baru, yaitu meraup cuan yang banyak. Itu adalah alasan mereka untuk berbahagia.
Lah, kalau para pengangguran? kemudian mereka berpesta minum-minuman oplosan sampai mabuk, kadang sampai koma. Atau para gadis belia membiarkan keprawananya hilang di malam pergantian tahun baru dengan berzinah.
Atau anak muda belia kebut-kebutan motor memenuhi jalanan sambil mengeraskan gas motor mereka dengan alasan ini adalah momen malam pergantian tahun. Maka saya curiga itu sebenarnya bukan luapan kebahagian.
Bisa jadi itu adalah luapan kekecewaan hidup selama satu tahun yang telah lewat, atau mereka merasakan bahwa nasib yang tidak berubah-ubah dari mulai awal tahun hingga di penghujung tahun. Maka luapan itu semua sebenarnya bukan luapan kebahagiaan, tapi luapan kekecewaan atau frustrasi !
Berlebihan dalam menyikapi malam tahu baru.
BACA JUGA: 5 Spot Menarik di Tangerang Cocok untuk Rayakan Tahun Baru 2026, Buat Pengalaman Tak Terlupakan
Ada sebagian orang yang menghukumi haram, bahkan kufur jika orang Islam ikut-ikutan merayakan malam pergantian tahun.
Menurut saya itu sangat berlebihan. Karena umumnya orang merayakan malam pergantian tahun itu, paling cuman bakar-bakaran jagung, bakar ayam, menyalakan kembang api dan petasan. Masa kayak begitu aja jadi kufur?
Walaupun memang tidak diperbolehkan juga merayakan malam pergantian tahun baru sampai berlebihan, mabuk-mabukan, berzinah, mengganggu ketertiban umum dan hal-hal tidak baik lainya. Baik menurut nilai kemanusiaan, apalagi menurut pertimbangan agama.
Prof. Musthofa Zarqo seorang pakar dalam jurisprudensi Islam berkebangsaan Suriah, dalam karya beliau Fatawa Zarqo bertutur ; Bahwa para sahabat ketika bermudzakaroh dengan sayyidina Umar ra untuk menentukan penanggalan resmi, diantara mereka ada yang mengusulkan sistem penanggalan Romawi, bahkan ada juga sahabat yang mengusulkan agar sistem penanggalan resmi tersebut menggunakan penanggalan yahudi. Kalaulah itu haram, niscaya mereka para sahabat tidak mengusulkanya.
Bergembira di atas penderitaan orang lain.
BACA JUGA: Andra Larang Pesta Kembang Api Saat Tahun Baru 2026
Kita bersyukur pemerintah dan aparat menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak menggelar pesta pora dan bermewah-mewahan dalam merayakan malam pergantian tahun, pada malam pergantian tahun 2026 M.
Karena banyak saudara kita di Aceh, Padang, Tapanuli, Kalimantan dan daerah-daerah lain sedang menghadapi kesulitan dan bencana alam.
Oleh karena itu berpesta pora, berfoya-foya dan bermewah-mewah dalam kemubadziran pada situasi sekarang ini tidak sesuai dengan pri kemanusian. Bisa dianggap juga sebagai tindakan menari-nari di atas penderitaan orang lain.
Mungkin boleh lah kita berbahagia sedikit dalam menyongsong tahun baru 2026 M, kalau para koruptor di negeri ini tertangkap semua, kalau para perusak alam, para penebang hutan secara liar, para penambang yang mengeruk dan merusak bumi nusantara, para pemeras rakyat, para pungli di setiap instansi pemerintahan, para perampok uang rakyat dan para pembegal harta negara dikurung dan dihukum seberat-beratnya.***
Penulis: Sholehudin Muhtadi Longsir, Pembina Pesantren Mahasiswa Darulasror Kota Serang, Banten.











