BANTEN RAYA.COM – Ketua KONI Kabupaten Serang Agus Irawan meminta cabang Esport bisa mempertahankan raihan 3 medali emas yang berhasil diraih pada Porprov VI di Kota Tangerang. Tak hanya itu ia mendorong agar atlet Esport merupakan putra daerah dari Kabupaten Serang.
Sejauh ini dirinya saat mengapresiasi kinerja cabang e sport sebab walaupun cabang baru namun prestasi yang ditorehkan tidak main main.
Dari empat yang dipertandingan yakni Mobile Legend, PUGB, Free Fire dan Wining Eleven, Kabupaten Serang berhasil menyabet medali dari tiga kelas yakni Mobile Legend, Free Fire dan PUGB.
“Ketiga cabang ini merupakan cabang favorit dan mereka mampu membuktikan diri berprestasi dengan menyabet 3 medali emas,” ujarnya.
Baca Juga: Penyebab Kematian Syarifah Fadlun Istri Habib Rizieq, Kondisinya Sudah Memburuk Sejak Lama?
Oleh karena itu untuk menjaga prestasi ini jangan turun, akhir tahun ini pihaknya menggelar turnamen yang bertujuan menjaring atlet maupun mencari bibit baru untuk cabang lainnya.
“Olahraga Esport cepat berkembang. Kemungkinan selain empat cabang bisa jadi ada cabang lainnya. Nah ini harus diantisipasi sedini mungkin agar tidak kekurangan atlet berprestasi,” tegasnya.
Ketua ESI Kabupaten Serang Rendy Aditya mengatakan, keberhasilan meraih 3 emas di porprov lalu bukan karena kebetulan melainkan pembinaan yang konsisten dan latihan yang berjenjang.
Saat ini untu mempertahankan tentunya lebih susah dibandingkan meraih. Kabupaten dan kota lainnya tentunya sudah ancang-ancang untuk bisa mencuri medali emas tersebut tahun 2026.
“Intinya kami akan terus melakukan pembinaan untuk mencari atlet terbaik. Kami sadar pesaing kami tentunya mempersiapkan diri dengan matang kami tidak boleh terlena dan terus berlatih agar bisa mempertahankan raihan yang kami capai,” ungkap Rendy.
Untuk mengantisipasi adanya cabang baru yang dipertandingkan, pihaknya juga sedang mengamati. Namun jika masih sama dengan sebelumnya takni mobile legend, Freea Fire dan PUGB maka pihaknya optimistis mampu kembali berprestasi.
“Memang benar kami juga harus mengantisipasi cabang baru. Untuk cabor lama kuncinya kami tidak boleh lengah dan harus terus evaluasi,” tutup dia. (***)



















