BANTENRAYA.COM – Tentang Kota Saranjana masih banyak diperbincangkan oleh banyak orang, terutama masyarakat Indonesia.
Pernah viral pada masanya, seorang wanita merekam aktivitas Kota Saranjana yang terlihat lebih maju peradabannya.
Apakah Kota Saranjana memang ada dan peradabannya lebih maju? Begini cerita asli dari daerah yang tersembunyi tersebut.
Berawal dari seorang wanita merekam video anak kecil di Kalimantan, namun video tersebut tiba-tiba berubah menjadi sebuah kota.
Kota tersebut terlihat lebih maju peradabannya, terlihat juga beberapa mobil terbang melintas dalam di atas.
Kabarnya daerah tersebut dikenal dengan Kota Saranjana, dipercaya sebagai kerajaan gaib atau negara dimensi lain.
Seorang penjelajah Salomon Muller pada tahun 1800-an juga pernah membuat sebuah peta di Kalimantan, dan terdapat Kota Saranjana.
Namun Kota Saranjana kini sudah hilang dari peta, dan belum diketahui penyebabnya.
Lalu bagaimana cerita asli dari Kota Saranjana? Dikutip Bantenraya.com dari kanal YouTube R66 Newlitics, begini kata Guru Gembul.
Baca Juga: Update, 15 Warga Meninggal Dunia Menjadi Korban Kebakaran Depo Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara
“Sebenarnya jauh sebelumnya memang sudah ada kota namanya itu Saranjana,” ucap Guru Gembul.
“Jadi ceritanya itu gini kan ini versi aslinya ya, jadi dulu tuh di Kesultanan Banjar pas awal-awal mereka ada itu ada pergantian kekuasaan yang tidak mulus,” lanjutnya.
Biasanya pergantian kekuasaan kerajaan dengan cara mewariskan tahta untuk anak-anaknya, namun di Kesultanan Banjar tidak mulus.
Baca Juga: Drakor Our Blooming Youth Episode 9 Sub Indo, Berikut Link Nonton, Sinopsis dan Jadwal Tayang
“Nah ini anaknya tuh yang satu baik yang satu sebaliknya, di situ tuh ada sengketa segitiga. Bapaknya, anaknya, dan anaknya yang satu lagi,” terangnya.
Karena mengalami konflik, akhirnya kerajaan tersebut terpecah jadi dua. Anak yang satu pemegang kekuasaan yang sah, dan satunya lagi sebaliknya.
“Sekarang di Kalimantan Selatan itu ada pulau yang namanya Pulau Laut, nah di situlah dia bikin kerajaan di sana dia lebih besar dia lebih makmur Nah itulah yang kemudian namanya adalah Kota saranjana Raja,” kata Guru Gembul.
Baca Juga: Lantik Pengurus HPN Banten, Ketua DPP: Semoga Mampu Membina Pengusaha Nahdliyin
Guru Gembul juga mengatakan bahwa yang menguasai Kota Saranjana pada saat itu adalah Raja Purabaya, dan sengketa tanahnya berlangsung dari tahun 1600-1700an awal.
Menututnya juga, cerita Kota Saranjana adalah gaib berasal dari Pujangga istana. Mereka memalsukan nama Purabaya menjadi Sambu Ranjana.***


















