BANTENRAYA.COM – Modus penipuan dengan menggunakan foto pejabat Kota Cilegon marak terjadi.
Baru-baru ini foto Sekretaris Daerah atau Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin dan Kepala Badan Kepagawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia alias BKPSDM Kota Cilegon Achmad Jubaedi menjadi sasaran tukang tipu.
Dimana, foto Pak Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin dijadikan profil Whatsapp, sementara itu foto Kepala BKPSDM Kota Cilegon Achmad Juabedi dijadikan profil facebook.
Dengan menggunakan foto Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin Kepala BKPSDM Kota Cilegon Achmad Juabedi, pelaku tersebut menggunakan untuk melakukan jual beli jabatan kepada ASN.
Baca Juga: Pesan Jaksa Agung ke Kajati Banten, Awasi Pengelolaan Keuangan di Pemerintah Daerah
“Saya kaget ketika ada beberapa ASN yang mengkonfirmasi langsung terkait tawaran jabatan melalui akun facebook. Ketika saya lihat, itu bukan akun facebook saya. Hati-hati, itu penipuan. Tidak ada tawar-menawar jabatan, apalagi meminta imbalan hingga puluhan juta rupiah,” katanya, Selasa 7 Februari 2023.
Jubaedi mengimbau seluruh masyarakat, termasuk para ASN dilingkungan Pemkot Cilegon agar selalu waspada terhadap aksi-aksi penipuan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
“Kita semua harus waspada. Jika ada yang mengiming-imingi sesuatu jangan cepat percaya. Bisa jadi itu penipuan,” ucapnya.
Sebelumnya, ada juga nomor Whatsapp dengan foto profil Maman Mauludin.
Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin dengan tegas membantah bahwa nomor ponsel +62 881-0260-31454 merupakan milik pribadinya. “Itu (Nomor telpon +62 0881-0260-31454-red) bukan punya saya. Itu mengatasnamakan saya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Cilegon Didin S Maulana mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah untuk menelusuri nomor ponsel yang mengatasnamakan Sekda Kota Cilegon tersebut. “Itu (Nomor telpon +62 0881-0260-31454-red) bukan nomor ponsel pak Sekda (Maman Mauludin-red). Saya sudah komunikasi dengan pak sekda. Kami akan telusuri. Sebab, khawatir digunakan untuk perbuatan yang tidak baik dengan mengaku-ngaku pak sekda,” pungkasnya. *



















