BANTENRAYA.COM – Kelangkaan minyak bersubsidi Minyakkita berlangsung hingga saat ini.
Dampaknya banyak pembeli yang beralih ke minyak curah karena harga Minyakkita terus melonjak.
Pantauan Banten Raya di sejumlah pasar yang berada di Lebak, Minyakkita mengalami kenaikan seperti di Pasar Rangkasbitung, dan Pasar Sampay, Kecamatan Warunggunung.
Baca Juga: Cegah Kecurangan Juru Parkir, Pemkab Lebak Terapkan Parkir Berbasis Aplikasi di Seluruh Daerah
Agus, salah satu pedagang minyak di Pasar Sampay menilai bahwa kelangkaan Minyakita merupakan ulah dari pengusaha besar.
“Kami biasanya membeli Minyakkita dibatasi hanya boleh membeli dua kardus saja, namun jika pengusaha besar itu tidak dibatasi,” katanya kepada Bantenraya.com.
Ia mengungkap lebih memilih membeli Minyakkita ke toko Bulog karena sesuai anjuran pemerintah dibandingkan harus membeli ke agen-agen besar.
Baca Juga: Javier Roca Out dari Arema FC, Rentetan Hasil Buruk Diaderita Singo Edan 5 Pekan Terakhir
“Saya lebih memilih membeli Minyakkita di Bulog yang notabene sesuai dengan anjuran pemerintah dan tidak ada pembatasan,” ungkapnya.
Agus menuturkan, biasanya pertengahan bulan pihak penyedia memberikan informasi terkait ketersediaan Minyakkita.
Namun, karena mengalami kelangkaan toko Bulog kekurangan stok dalam memenuhi permintaan pelanggan.
Baca Juga: Dua Nelayan asal Cibungur Pandeglang Hilang di Pantai Cibungur Ditemukan Tewas
“Biasanya kan kalau pertengahan bulan suka dikasih informasi kalau Minyakkita sudah datang, cuman sekarang udah mulai langka, kadang saya tidak kebagian,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, harga yang semula Rp13.000 per liter, sekarang menjadi Rp16.000 hingga Rp20.000 per liter.
“Paling banyak beralih ke minyak curah soalnya lebih murah, saking langkanya Minyakkita sekarang cukup langka,” ungkapnya.
Baca Juga: Usai Laporkan Oknum Polisi Peras Polisi Kini Bripka Madih Undur Diri dari Polri
Agus berharap, Minyakkita tersedia kembali dan harga kembali normal karena banyak para pembeli yang mengeluh.
“Saya harap harga kembali normal, dan Minyakkita tidak langka lagi sehingga masyarakat bisa menikmati kembali kualitas Minyakkita dengan harga murah namun berkualitas,” harapnya.
Pedagang lainnya, Ismet mengatakan, selain Minyakkita yang mengalami kenaikan akibat kelangkaan bahan pokok lainnya seperti beras mengalami kenaikan harga semula Rp 31 ribu mengalami kenaikan sebesar Rp 33 ribu.
“Ya sekarang cukup langka Minyakkita, tapi kalau nyari pasti ketemu, cuman dibatasi, setiap pembeli hanya boleh membeli 2 kardus saja, sedang permintaan masyarakat cukup tinggi,” katanya.
Sementara itu, Irma, seorang pembeli mengatakan, atas kelangkaan tersebut dirinya harus beralih membeli minyak curah.
“Ya mau gimana lagi soalnya ini kebutuhan pokok, kalau mau beli Minyakkita saya harus merogoh uang lebih, makannya saya lebih memilih membeli minyak curah,” tandasnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Lebak Orok Sukmana membenarkan atas kelangkaan Minyakkita di sejumlah pasar yang ada di Lebak.
“Ya memang mengalami kenaikan, katanya akibat pihak distributor, kalau di pasar Rangkasbitung harga jual itu Rp14 ribu, namun sekarang dijual dengan harga Rp15 ribu, para pedagang mengaku sangat kesulitan akibat kelangkaan Minyakkita,” paparnya.
Ia berharap kelangkaan Minyakkita tidak berlarut-larut serta pihaknya akan segera mengatasi atas kelangkaan Minyakkita.
“Untuk sekarang kami dokus sama Minyakkita, kalau jenis bahan kebutuhan pokok yang lain mengalami kenaikan belum kami verifikasi, petugas juga melakukan monitoring terkait kelangkaan Minyakkita,” tambahnya. ***



















