BANTENRAYA.COM – Rencana pemerintah pusat yang menaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dikeluhkan calon jamaah haji Kabupaten Pandeglang. Pasalnya, warga keberatan jika biaya haji dari sebelumnya Rp 35 juta, naik menjadi Rp 69,1 juta.
Supendi, salah satu calon jamaah haji mengaku, keberatan jika biaya berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah harus mengalami kenaikan. “Kalau memang biaya haji naik, pastinya sangat memberatkan,” katanya.
Dia mengaku, tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang akan menaikan biaya haji. “Ya, setuju enggak setuju, gimana coba kalau naik, biaya dari mana untuk nambahinnya,” ujarnya.
Baca Juga: Potret Nita Gunawan Tak Pakai BH Beredar, Netizen Protes: Enak Banget Fotografernya
Dia menjelaskan, telah mendaftar diri dengan istrinya untuk berangkat haji ke tanah suci Mekah. “Saya sudah daftar haji, dan uangnya ditabung di salah satu bank. Saya daftar haji sama istri. Semoga saja tahun ini berangkat haji ke Mekah,” jelasnya.
Rosid, calon jamaah haji lainnya mengaku, resah dengan wacana kenaikan biaya haji. “Gimana tidak resah, saya kan udah daftar haji, dan tahun ini akan berangkat. Kalau biayanya naik, kan nambah biaya lagi,” tuturnya.
Pihaknya berharap, pemerintah tidak menaikan biaya haji. Sebab, saat ini ekonominya sedang tidak tidak stabil. “Harapannya jangan dinaikan, kami masyarakat biasa, kalau biaya haji mahal mau dari mana uangnya. Sementara usaha sekarang lagi sepi,” harapnya.
Kepal Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, H Agus Salim mengatakan, wacana kenaikan biaya haji hingga kini belum ada keputusan resmi dari pusat. “Belum ada keputusan resmi tentang ONH (ongkos naik haji) dari pemerintah,” katanya.
Baca Juga: Kemunculan Awan Berbentuk UFO di Langit Kota Serang, Ini Bahayanya
Pihaknya mengaku, belum mengetahaui wacana besaran kenaikan biaya haji. “Belum tahu. Yang jelas harapannya ONH yang berkeadilan, profesional, dan proposional,” harapnya. *


















