BANTENRAYA.COM – Setelah selesai mendengarkan curhatan dari suku Baduy Anies Baswedan menyempatkan diri melihat proses pembuatan tenun kain Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Selasa 24 Januari 2023.
Tanya jawab antara Anies Baswedan yang jadi bakal calon Presiden 2024 dengan warga Baduy berlangsung selama beberapa menit.
Sambil asyik melihat proses pembuatan tenun Baduy, Anies Baswedan menanyakan proses pembuat tenun kain Baduy kepada salah satu warga setempat.
Baca Juga: Kenaikan Ongkos Haji Disebut Beratkan Jemaah di Cilegon, Bakal Susah Lakukan Pelunasan
Anies Baswedan mengungkapkan, tenun Baduy merupakan warisan komunal yang harus dilestarikan serta dijaga.
“Bisa diketahui proses pembuatannya pun cukup lama, bayangkan oleh kita di era kemajuan teknologi, manusia sudah beralih menggunakan mesin dibandingkan dengan alat tradisional,” katanya.
“Namun suku Baduy masih menjung-jung tinggi ketradisionalan dalam membuat karya yang luar biasa,” ungkapnya kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Anggota PPS di Kota Serang Diminta Bekerja dengan Tegak Lurus, Jangan Berani Macam-macam
Ia membeberkan, sangat kagum dengan prinsip yang dipegang teguh oleh masyarakat Baduy.
Menurutnya, prinsip dalam memegang teguh tradisi merupakan salah satu hal yang mampu mengantarkan Indonesia menuju negara yang semakin maju.
“Prinsip merupakan salah satu hal yang harus melekat di pribadi masyarakat, jika manusia tanpa prinsip maka akan muncul sebuah disintegrasi kemerosotan akhlak,” bebernya.
Baca Juga: 2 Bulan Sembunyi di Hutan, Buronan Curanmor Ditangkap Plus Diberi Hadiah Timah Panas
Anies berharap, agar masyarakat umum mampu menghormati serta mengambil pelajaran dari masyarakat Baduy.
“Dalam huru-hara kemajuan teknologi, Baduy selalu berpegang teguh pada adat budayanya, sehingga jarang ada masyarakat Baduy yang berselisih lantaran berbeda pandangan, mereka bisa hidup rukun, bersatu mempertahankan keyakinan mereka,” harapnya.
Sementara itu, Ani, pengrajin tenun Baduy mengatakan, lama pembuatan tenun Baduy yakni sekitar 20 hari dalam pembuatan sayu buah tenun Baduy.
Baca Juga: Gratis! 15 Link Twibbon Hari Gizi Nasional 2023, Desain Terbaru yang Keren dan Kekinian
“Kalau pembuatannya cukup lama yakni sekitar 20 harian, dengan menggunakan alat sederhana yang digerakkan oleh kedua tangan saya,” katanya.
Ia menuturkan, dalam proses pengerjaan tenun Baduy dirinya tidak merasa kelelahan lantaran sudah terbiasa menggunakan alat tradisional masyarakat Baduy.
“Satu kain yang sudah jadi saya hargai Rp 200 ribu, tadi juga pak Anies membeli 3 buah kain Baduy, katanya mah bagus hasilnya, makannya tertarik untuk membeli,” tuturnya. *** (Sahrul)



















