BANTENRAYA.COM – Belakangan ini produk ice cream dan minuman asal Tiongkok, Mixue menjadi perbincangan tanah air.
Hal itu lantaran, salah satunya gerai Mixue yang telah menjamur di berbagai wilayah tak terkecuali di tanah air.
Bahkan, jumlah gerai Mixue berhasil mengalahkan jumlah gerai Burger King dan Dominos Pizza di seluruh dunia.
Tak sampai disitu, jumlah gerai Mixue ini akan mengejar jumlah waralaba makanan cepat saji asal Amerika, KFC.
Diketahui, Mixue sendiri didirikan oleh seorang mahasiswa bernama Zhang Hongchao pada Juni 1997.
Mulanya, Zhang Hongchao meminjam uang dari sang nenek untuk modal usahanya.
Dari pinjaman sang neneknya lah, dirinya membuka gerai es serut di kampung halamannya di Zhengzhou, Henan.
Selama usahanya tersebut, banyak kendala yang didapatkannya hingga dirinya pun menutup kedai pertamanya.
Hingga pada tahun 1999, dirinya kembali membuka gerai es yang diberi nama Mixue Bingcheng.
Baca Juga: Pencuri di Kabupaten Serang Ini Babak Belur Diamuk Massa Gegara Pura-Pura Jadi Pembeli Pecel Ayam
Adapun strategi bisnis yang menarik dari Mixue seperti yang dikutip dari akun Instagram @ngomonginuang.
1. Menjual produk murah menargetkan konsumen menengah ke bawah dengan kualitas bersaing.
Ice cream dan minuman yang dijual Mixue tergolong murah mulai dari Rp8.000 hingga Rp. 30.000 namun mampu bersaing secara kualitas rasa.
Baca Juga: Profil Sri Murwahyuni, Hakim Agung yang Putuskan Hukuman Mati kepada Herry Wirawan
2. Bertumbuh cepat dengan sistem waralaba yang menarik
Para pembeli waralaba (franchise) bisa membuka gerai Mixue dengan modal di bawah Rp. 300 juta diluar biaya gedung/ruko.
Namun mereka bisa mendapatkan hingga 60% profit penjualan perbulannya.***



















