BANTENRAYA. COM – Akibat hujan deras disertai angin kencang sungai Cikeyeup mengalami luapan hingga membanjiri pemukiman warga, Kampung Cikeyeup, Desa Gunung Anten, Kecamatan Cimarga, Selasa 3 Januari 2023.
Irmawati, salah satu warga Gunung Anten mengatakan, debit air sungai Cikeyeup mengalami kenaikan dari hari lalu. Namun, meluapnya air kepemukiman warga pada pukul 06.30 WIB.
“Kemarin kan hujan terus ditambah pas pagi sehingga menyebabkan air meluap sampai membanjiri pemukiman warga, kalau ketinggian diperkirakan mencapai dada orang dewasa,” katanya kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Bocoran dari Bang Edi Terbukti, Preman Pensiun 8 Siap Tayang Sebentar Lagi
Ia mengungkapkan, dari total keseluruhan kepala keluarga di Kampung Cikeyeup 70 rumah milik warga terendam sehingga terpaksa harus mengungsi ke kediaman rumah saudaranya.
“Banjir masih berlangsung, saya juga mau mengemasi barang-barang ke rumah saudara saya, kalau kerugian kayanya kalau punya saya capai angka puluhan juta,” ungkapnya.
Irma membeberkan, atas kejadian banjir tersebut akses jalan yang biasa dilalui oleh masyarakat sekitar terendam oleh banjir.
“Bukan hanya jalan seperti tempat sarana ibadah, sekolah, anak saya juga tidak sekolah soalnya kebanjiran juga,” bebernya.
Ia menuturkan, kejadian banjir di Cikeyeup bukanlah kali pertama terjadi melainkan sudah berulang kali terjadi.
Baca Juga: Preman Pensiun 8 Bakal Segera Tayang, Postingan dari Kang Mus Ini Ungkap Tanda-tandanya
“Sebenarnya disini langganan banjir soalnya dekat bataran sungai, akan tetapi kejadian banjir kali ini paling parah sampai merendam seluruh rumah warga disini,” tuturnya.
Irma berharap, agar pemerintah memberikan perhatian kepada para korban yang terdampak banjir.
“Pengennya mah sih, ada pembatas sungai yang tinggi guna ketika air meluap tidak sampai membanjiri pemukiman warga,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama mengungkapkan, sejumlah kampung di Desa Gunung Anten yang terdampak banjir antara lain Kampung Sinar Asih, Kampung Sono Jaya, dan Kampung Cikeyeup.
“Terhitung pada tanggal 28 Desember 2022 hingga sekarang intensitas hujan cukup lebat dan tinggi sehingga menyebabkan luapan air sungai di beberapa daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, status sungai Cikeuyep sudah berstatus bahaya lantaran debit air sudah melebihi dari 600 cm lebih.
“Saya harap seluruh masyarakat tolong waspada terkhusus warga yang rumahnya dekat bataran sungai, karena cuaca buruk akan berlangsung,” tambahnya. (Sahrul)

















