BANTENRAYA.COM – Berikut ini sejarah Gedung Bappelitbang Balai Kota Bandung yang terbakar, tepatnya, pada Senin, 7 November 2022 pukul 10.48 WIB
Kejadian kebakaran Gedung Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan atau Bappelitbang Balai Kota Bandung terjadi hari ini.
Dikutip Bantenraya.com dari akun Twitter @infobdg terlihat bahwa atap Gedung Bappelitbang Balai Kota Bandung itu terbakar.
“BreakingNews 10.48 via @faisaljadul : Gedung bappelitbang balaikota bandung terbakar siang ini,” tulis akun Twitter @infobdg.
Masyarakat sekitar yang berada di tempat kejadian pun terlihat ramai menyaksikan atap gedung Balai Kota Bandung kebakaran.
Dibalik kejadian kebakaran tersebut, gedung Bappelitbang Balai Kota Bandung menyimpan banyak sejarah.
Simak sejarah gedung Bappelitbang Balai Kota Bandung yang menarik untuk diikuti berikut ini.
Sebelum dijadikan Balai Kota Bandung, gedung tersebut dahulu adalah gudang kopi. Gudang kopi itu dikenal dengan sebutan koffi pakhuis milik Andries de Wilde yang dibangun 1819.
Kemudian di tahun 1923 gudang kopi tersebut lantas diserahkan kepada Pemerintah Kolonial Belanda.
Baca Juga: Jumlah dan Data Korban Kebakaran di Gedung Bappelitbang di Area Balai Kota Bandung
Berselang 4 tahun, yakni pada tahun 1927 gudang kopi itu dirobohkan, dan dibangun Gedung Balai Kota.
Pembangunan Gedung Balai Kota itu dirancang oleh seorang arsitek yang bernama Ir Eh de Roo. Pendirian balai kota ini terkait status Kota Bandung sebagai kota praja sejak tahun 1906.
Saat itu, sekitar bangunan Gemeente Huis telah berdiri bangunan publik pendukung, yakni Javasche Bank yang sekarang menjadi Bank Indonesia (1909), Katedral (1921), dan Gereja Bethel (1925).
Baca Juga: Sosok Pemeran Video Dewasa Kebaya Merah di Bongkar di Media Sosial, Ternyata Ini Sosoknya
Pada tahun 1935, balai kota memerlukan tempat yang lebih luas. Akhirnya balai kota diperluas dengan menambah bangunan baru di bagian belakang. Bangunan ini juga menghadap ke Pieter Sijthoffpark (Sekarang Taman Balai Kota).
Arsitek dari pembangunan ini masih Ir Eh De Roo merancang gedung baru ini dengan gaya art deco yang tengah populer saat itu.
Gaya art deco ini memberikan kesan lebih modern. Karena bentuk gedung yang memanjang dan bagian atap gedung yang tampak datar, gedung ini pun mendapat julukan Gedong Papak (Gedung yang atapnya rata).
Baca Juga: Mitos Seputar Gedung Balai Kota Bandung, Ada Noni Belanda Menangis Setiap Malam
Setelah kemerdekaan, gedung ini tetap difungsikan sebagai balai kota atau kantor Wali Kota Bandung sampai saat ini.
Baru pada tahun 1980-an dibangun gedung kembar di sisi kanan dan kiri gedung papak untuk keperluan perkantoran.
Gedung Balai Kota Bandung juga menjadi saksi tragedi ‘Bandung Lautan Api’. Karena saar itu Kota Bandung dibagi menjadi dua bagian, yaitu utara jalan dan selatan.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran di Balai Kota Bandung Gedung Bappelitbang, Ada Korbannya?
Tentara sekutu yang terdiri dari tentara Inggris, Gurkha, dan NICA menghujani tembakan ke kampung-kampung dengan membabi buta.
Pada kejadian itu Kota Bandung mengalami kebakaran hebat, dan dikenal dengan ‘Bandung Lautan Api’.
Kini, selain dijadikan pusat pemerintahan Kota Bandung, berbagai acara kerap diadakan di halaman atau seputaran balai kota. Baik kegiatan yang digelar pemerintah ataupun komunitas.
Baca Juga: Pemeran Video Kebaya Merah Ditangkap di Jawa Timur
Bahkan ada sebagian titik yang bebas digunakan warga Bandung untuk nongkrong dan menikmati sejuknya udara Bandung.
Tak hanya itu, di Balai Kota Bandung, warga bisa berfoto di spot-spot instagramable yang sudah terkenal di media sosial.
Mulai dari arsitektur bangunannya yang menarik, pohon-pohon besar, patung-patungnya, hingga suasana kekinian seperti Gembok Cinta.
Balai Kota Bandung juga memiliki sejumlah taman hingga museum. Berbagai fasilitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri.***



















