BANTENRAYA.COM – Salah satu gedung di komplek Balai Kota Bandung di Jalan Wastukancana dilalap api sekitar pukul 10.38 WIB, Senin, 7 November 2022.
Dari informasi berbagai sumber, terlihat kobaran api membumbung di atas atap gedung. Asap pekat pun nampak akibat kebakaran di area Balai Kota Bandung tersebut.
Belum ada laporan lengkap terkait penyebab dari kebakaran ini. Jika ditelisik, kompleks Balai Kota Bandung awalnya merupakan sebuah gudang kopi atau koffie pakhuis milik Andries de Wilde.
Ia adalah tuan tanah pertama berkebangsaan Belanda di wilayah Priangan dan Asisten Residen di Bandung pada 1812.
Dikutip dari rumah.com, sekitar tahun 1906, bangunan yang menjadi cikal bakal Balai Kota Bandung berfungsi sebagai tempat pengemasan kopi yang dihasilkan dari perkebunan di sekitar Bandung.
Namun tak berapa lama, sang pemilik Andries de Wilde menyerahkan bangunan gudang kopi kepada Pemerintah Hindia Belanda.
Hingga akhirnya pada tahun 1927, bangunan tersebut dirobohkan dan diratakan dengan tanah.
Kemudian lahan tersebut dibangun gedung yang baru hasil rancangan arsitek EH de Roo. Bangunan baru tersebut memanjang dan menghadap ke Jalan Aceh lalu dialihfungsikan sebagai balai kota (gemeente huis).
Status Bandung yang meningkat sebagai Kota Praja pada tahun 1906 menjadi pencetus dibangunnya balai kota tersebut.
Tahun 1935, kawasan balai kota diperluas dengan membangun gedung baru yang menghadap Pieter Sijthoffpark (sekarang Taman Balai Kota Bandung).
Pieter Sijthoffpark merupakan taman tertua yang dibangun pada 1885 untuk mengenang Asisten Residen Priangan Pieter Sijthoff yang berjasa besar bagi perkembangan Kota Bandung.
Di tahun 1945, saat Indonesia menyatakan kemerdekaannya, bangunan tetap difungsikan sebagai kompleks Balai Kota Bandung dengan segala kegiatan pemerintahan yang dijalankan hingga saat ini.
Begitu pula dengan Taman Balai Kota Bandung yang masih tetap dipertahankan dan terus dikembangkan menjadi lebih baik.***



















