BANTENRAYA.COM – Sebanyak 110 korban meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan telah menerima bantuan dari Manajemen Arema FC.
Dalam tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga Liga 1 pekan 11 antara Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022, menewaskan 132 korban jiwa.
Ratusan korban suporter juga mengalami luka-luka.
Korban jiwa ada yang meninggal dunia di lokasi saat penembakkan gas air mata oleh polisi ke tribun stadion, maupun ada yang meninggal dunia di rumah sakit.
Baca Juga: 15 Link Twibbon HUT Kota Tasikmalaya ke-21 Tahun 2022, Desain Terbaru, Keren serta Kekinian
Para keluarga yang menjadi korban jiwa kemudian mendapatkan bantuan dari manajemen Arema FC.
Hingga Kamis, 13 Oktober 2022, sebanyak 110 keluarga korban jiwa tragedi Kanjuruhan telah mendapatkan bantuan dari manajemen Arema FC.
Dikutip dari instagram @aremafcofficial dari 110 korban jiwa tragedi Kanjuruhan yang telah mendapatkan bantuan tersebar di 7 kota.
28 korban jiwa warga Kota Malang, 66 korban jiwa warga Kabupaten Malang, 1 orang korban jiwa warga Kota Batu, 1 korban jiwa warga Kabupaten Magetan, 4 korban jiwa warga Probolinggo, 8 korban jiwa warga Pasuruan dan 2 korban jiwa warga Jember.
Baca Juga: Ucapan Teddy Minahasa Terkait ‘Jangan Jadi Polisi Kalau Mau Kaya’, Kena Respon dari Mahfud MD
Selain bantuan untuk korban jiwa, manajemen Arema FC juga memberikan bantuan untuk lebih 500 korban luka.
Selain itu, manajemen Arema FC juga membuka pengobatan mata gratis bagi korban tragedi Kanjuruhan di 4 rumah sakit yang ada di Kota Malang yakni rumah sakit Kendedes Eye Center, Malang Eye Center, Kepanjen Eye Center dan RSUD Kanjuruhan.
Tak berhenti di situ, manajemen Arema FC juga membuka trauma healing bekerjasama dengan 4 perguruan tinggi di Malang yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Merdeka, dan Universitas Islam Negeri Malang. *



















