BANTENRAYA.COM – Terkait Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Anggota Polresta Malang melakukan aksi sujud massal di halaman Mapolresta Malang saat apel.
Dalam apel itu, dipimpin langsung oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Budi Hermanto.
Aksi tersebut dilakukan sebagai rasa simpati sekaligus permintaan maaf kepada korban tragedi di Stadion Kanjuruhan.
Tragedi Kanjuruhan menelan banyak korban, termasuk 131 korban meninggal dunia dan rata-rata korbannya suporter Arema.
Dalam tragedi Kanjuruhan itu, Gas Air Mata yang digunakan anggota polisi ternyata kadaluwarsa dari 2021, itu disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo.
“Ya ada beberapa yang diketemukan ya, yang tahun 2021 , ada beberapa ya,” kata Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan.
Dedi juga mengatakan, kalau gas air mata yang dipakai untuk menembakkan dalam tragedi Kanjuruhan tidak mematikan walaupun dalam tingkat tertinggi.
Pernyataan Dedi tersebut, merujuk pada keterangan para ahli, diantaranya pakar dari Universitas Indonesia yaitu Mas Ayu Efita Hafizah.
“Beliau (Pakar UI) Menyebutkan bahwa gas air mata atau CS ini ya dalam skala tinggitinggipun tidak mematikan yang digunakan oleh Brimob. Saya sekali lagi bukan expertnya, saya hanya bisa mengutip para pakar menyampaikan ya CS atau Gas air mata dalam tingkatannya tertinggi pun tidak mematikan,” ucap Dedi.
Baca Juga: Andai Duet Ganjar-Airlangga Jadi Nyata, Pengamat Sebut Bisa Bentuk Pemerintahan yang Kuat
Dengan tegas Dedi membantah, penyebab meninggalnya ratusan penonton bukan dikarenakan gas air mata melainkan kekurangan oksigen.
Selain kekurangan oksigen Dedi juga menyebut, meninggalnya penonton disebabkan berdesak-desakan hingga terkena injak penonton lainnya.
“Tak satupun (ahli) yang menyebut penyebab kematian adalah gas air mata tetapi kekurangan oksigen,” imbuhnya.
Baca Juga: Isi dari Pembukaan Cupu Kyai Panjala 2022, Kepala Singa dan Wanita Berjubah Hadir
Dedi menambahkan bahwa tim bentukan Kapolri masih terus menyelidiki dan mendalami secara ilmiah dampak dari gas air mata tersebut.
“Tentunya ini masih butuh pendalamanpendalaman-pendalaman lebih lanjut. Apabila ada jurnal ilmiah baru, temuan yang baru tentu akan menjadi acuan juga bagi tim investigasi bentukan bapak Kapolri masih terus berlanjut,” tambahnya.
Selain melakukan aksi sujud massal, anggota Polresta Malang Kota juga rutin melakukan Sholat Ghaib kepada suluruh korban kanjuruhan, hal tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto.***

















