BANTENRAYA.COM – Mantan pemain Timnas Indonesia Ahmad Bustomi mengakui dirinya menjadi Aremania semasa kecilnya.
Bahkan, Bustomi atau yang biasa disapa Cimot oleh Aremania ini pernah menjadi bagian klub Arema.
Bustomi sukses bersama Arema hingg merengkuh juara Liga Indonesia pada 2010 lalu.
Bustomi menjadi pemain yang tak tergantikan di generasi emas Arema pada 2010 lalu.
Baca Juga: Santri Asal Pandeglang Banten Ini Dapat Hadiah 50 Juta Karena Hafal 5.000 Hadits
Puncak kejayaan Ahmad Bustomi bersama Arema juga membawanya menjadi bagian utama Timnas Indonesia.
Bustomi yang berposisi sebagai gelandang, selalu menjadi pilihan utama pelatih Timnas Indonesia era 2010 hingga 2011 Alfred Riedl.
Kesuksesan Bustomi bersama Timnas Indoensia saat menjadi runner up AFF Cup 2010.
Di klubnya, Bustomi juga menjadi andalan saat Arema tampil di Liga Champions Asia 2011 lalu.
Baca Juga: 15 Quotes Maulid Nabi Muhammad 1444 H, Cocok untuk Caption dan Stasus Medsos
Bustomi bahkan sempat didaulat menjadi kapten klub berjuluk Singo Edan.
Saat ini, di usianya yang hampir menyentuh angka 40 tahun, pria yang memunyai hobi dengan kendaraan Vespa ini membela klub PSMS Medan di Liga 2.
Ahmad Bustomi melalui akun twitter pribadinya juga beberapa kali memosting unggahan kesedihan atas tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 yang menewaskan ratusan suporter Aremania.
Bustomi juga mengungkapkan cerita masa kecil saat menjadi Aremania.
Baca Juga: 10 Background Tema Maulid Nabi Muhammad yang Cocok Untuk Spanduk, Zoom dan Lainnya
Dengan bahasa Malang, Bustomi mengaku dulu pernah menjadi Aremania waktu masih zaman sekokah.
Diingat-ingat, dulu melihat Arema di Stadion Gajayana dan penonton penuh sampai bawah atau lapangan.
Saat suporter hendak mulai kisruh, kata Bustomi, polisi ngeluarin senjata anjing, Aremania kocar-kacir balik ke tribun.
“Ayas biyen yo tau dadi Aremania pas zaman sek sekolah ta eleng-eleng biyen tahil ndek Gajayana stadion full sampe amber-amber ndek nisor…nah pas suporter onok seng mulai kate ngisruh biyen iku pak silup senjata e ngeculno kerek Aremania wes semburat Wedi Podo balik nang tribun,” tulis akun twitter @Bustomi_19.
Baca Juga: Spesial Maulid Nabi 1444 H: Tentang Uban, Inai dan Celak Rasulullah SAW Menurut Imam At Tirmidzi
Bustomi menyayangkan, pada laga Arema FC melawan Persebaya 1 Oktober 2022, polisi tidak mengeluarkan anjing untuk membubarkan massa.
Aremania takut dengan anjing bukan karena takut digigit saja, tetapi karena najis.
“Nah pas wingi ndek kanjuruhan kok ga gawe kerek ae see pak Aremania iku aseli sumpah Wedi ambe kerek…YaQin aku Podo semburat balik nang tribun Selain Wedi di cokot kerek arek2 wegah ambe najis e Mugoladoh rodok njlimet nyucenine,” cuit Bustomi melalui twitternya.***




















