BANTENRAYA.COM – Pekan depan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bakal merealisasikan bantuan sosial bantuan langsung tunai (Bansos BLT) Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada 16.482 penerima di Kota Cilegon.
Ironisnya, dari 8 kecamatan yang ada di Kota Cilegon, terbanyak yang mendapatkan yakni kecamatan-kecamatan yang daerahnya ada banyak industri besar baik asing maupun dalam negeri.
Adapun data rinciannya yakni Kecamatan Citangkil sebanyak 3.130 penerima; Kecamatan Pulomerak sebanyak 2.412 penerima; Kecamatan Ciwandan; sebanyak 2.393 penerima; Kecamatan Jombang sebanyak 2.273 penerima; Kecamatan Purwakarta sebanyak 1.905 penerima; Kecamatan Grogol 1.551 penerima; Kecamatan Cibeber sebanyak 1.522 penerima dan Kecamatan Cilegon sebanyak 1.296 penerima.
Berdasarkan data tersebut, Kecamatan Citangkil, Pulomerak dan Ciwandan menjadi yang terbanyak. Padahal 3 kecamatan itu merupakan lokasi industri besar dari mulai industri Penanaman Modal Asing atau PMA, dalam negeri hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca Juga: Bupati Serang Kunjungi Makam Brigjen KH. Syam’un, Ini Tujuanya
Data penerima sendiri diyakini pemerintah sudah dilakukan verifikasi dinas teknis masing masing, misalnya Dinas Sosial untuk masayrakat pra sejahtera, dinas perhubungan untuk ojek pangkalan, dinas ketahanan pangan dan pertanian untuk nelayan dan petani.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin menyampaikan, semua proses seleksi dan verifikasi sudah dilakukan dinas terkait. Diharapkan nantinya, saat realisasi tidak ada lagi data ganda, termasuk juga untuk yang sudah menerima dari anggaran Bansos BLT subsidi BBM dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau pusat kemarin.
“Totalnya itu kurang lebih Rp9,8 miliar. Jadi ada 16.482 warga yang menerima, dinas teknis sudah melakukan verifikasi dan irisan data baik non DTKS mapun DTKS. Dihadapkan pada 14 sudah selesai dan bisa direalisasikan,” katanya.
Baca Juga: Bupati Serang Kunjungi Makam Brigjen KH. Syam’un, Ini Tujuanya
Maman menambahkan, pemberian akan dilakukan sebanyak dua tahap, tahap awal Rp300 ribu untuk September dan Oktober dan tahap II Rp300 ribu untuk bantuan November dan Desember. Dimana, total yang akan diterima yakni Rp600 ribu sebagaimana yang menjadi ketentuan dari pusat.
“Per bulan itu Rp150 ribu, dibagikan untuk September dan Oktober senilai Rp300 ribu, sisanya nanti para tahap kedua. Intinya kami sudah verifikasi, jadi semoga tidak lagi ada double data karena sudah verifikasi dari dinas masing-masing,” ujarnya.
Maman menyampaikan, pihaknya berharap dengan bantuan tersebut akan tetap memberikan warga mampu memenuhi kebutuhan pokok, sehingga daya beli masyarakat bisa terjaga dan mencegah adanya inflasi yang sangat besar di Kota Cilegon.
“Ini menjadi cara agar daya beli masyarakat tetap stabil da nada. Jadinya perekonomian tetap jalan dan inflasi bisa dikendalikan karena warga punya kemampuan untuk membeli bahan pokok, tinggal distribusi dijaga agar pasokannya aman di Kota Cilegon,” ucapnya.
Baca Juga: PPP Banten Deklarasikan Ganjar Pranowo Capres RI 2024, Ketua DPW PPP Banten: Ganjar Harga Mati
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Nur Fatmah menyampaikan, pihaknya berharap dengan bantuan dari Dana Tak Terduga (DTT) tersebut bisa membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan, serta diharapkan juga data yang nantinya disalurkan sudah benar-benar diverifikasi oleh dinas lainnya.
“Jadi kami harap soal data ini benar-benar valid, jika ada temuan bisa cepat dilakukan evaluasi. Sebab, bantuan ini benar-benar harus bisa tepat sasaran untuk membantu masyarakat sebagaimana yang sudah diamanatkan pemerintah pusat dan provinsi,” ungkapnya. *



















