BANTENRAYA.COM – Polri telah menetapkan 6 tersangka atas Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.
Penetapan 6 tersangka diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Kamis 6 Oktober 2022.
Dalam pengumuman tersebut teruak fakta terkait perwira Polisi yang sebenar tahu soal aturan FIFA yang melarang penggunaan gas air mata namun tak mencagah atau melarangnya.
Baca Juga: Angkut Barang-barang dari Rumah Rizky Billar, Lesti Kejora Tak Mau Tinggal Bersama Suami
Adapun keenam tersangka tersebut terdiri atas AHL selaku Direktur Utama PT LIB, AH selaku ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema FC vs Persebaya.
Kemudian SS selaku security officer, Wahyu SS selaku Kabag Ops Polres Malang, H anggota Brimob Polda Jatim lalu PSA selaku Kasat Samapta Polres Malang.
“Meningkatkan status terkait dengan dugaan pelangaran pasal 359 dan 360 KUHP menyebabkan orang mati dan luka berat,” ujarnya.
Baca Juga: Bank Muamalat Buka Lowongan Kerja Lulusan SMA, SMK, D3 hingga S1, Simak Cara Daftar di Sini
“Kemudian juga Pasal 103 junto pasal 52 UU Nomor 11 2022 tentang Keolahragaan,” katanya.
Sigit pun menjelaskan alasan Wahyu SS yang merupakan kabag Ops Polres Malang ditetapkan menjadi tersangka.
“Bersangkutan mengetahui aturan FiFA tentang larangan penggunaan gas air mata tetapi tidak mencegah atau melarang penggunaan gas air mata,” katanya.
Diungkapkan Sigit, adanya tembakan gas air mata membuat penonton atau suporter panik dan berhamburan keluar stadion.
Akan tetapi, petugas steward stadion saat itu tak berada di tempat sehingga pintu keluar tak terbuka maksimal.
“Terjadi desak-desakan, sumbatan di pintu tersebut hampir 20 menit, dari situlah muncul korban yang mengalami patah tulang, trauma di kepala dan juga sebagian besar meninggal mengalami asfiksia,” ungkapnya.
Baca Juga: Nah Lho Akhirnya…. Polsek Ciwandan Tangkap 6 Pengoplos Gas Elpiji, FS Turut Diciduk
Sigit menegaskan, saat ini tim masih terus bekerja dan tak menutup kemungkinan akan muncul tersangka baru.
“Kemungkinan masih bisa bertambah dan tim masih terus bekerja,” tegasnya. ***

















