BANTENRAYA.COM – Kabar menggembirakan datang dari sendi ekonomi digital Indonesia yang kini menjadi nomor satu se-Asia Tenggara.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyampaikan informasi bahwa Indonesia memimpin nomor satu dari ekonomi digital di Asia Tenggara pada pembukaan BUMN Startup Day di ICE BSD, Kabupaten Tangerang,
Menurutnya dengan ekonomi digital Indonesia pada nomor satu di Asia tenggara membuka peluang bagi siapa saja terutama anak muda.
Baca Juga: Lirik Lagu Dancing With Your Ghost dari Sasha Alex Shoan
Mengutip kanal YouTube Sekretarian Presiden, Jokowi mengungkapkan sebagai berikut,
“Saya melihat ini justru ada peluang, ada opportunity yang bisa dilakukan karena ekonomi digital kita tumbuh pesat dan tertinggi di Asia Tenggara. Melompat delapan kali lipat dari 2020 kira-kira Rp632 triliun, melompat menjadi Rp4.531 triliun nanti di 2030,” ungkap Jokowi.
“Artinya, peluangnya besar sekali. Dan Ini adalah kesempatan Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian terutama yang muda-muda,” sambungnya.
Baca Juga: Salah Sebut Polusi, Nikita Mirzani Minta Presiden Naikan BBM Rp1 Juta Satu Liter
Tidak sampai disitu, dalam acara pembukaan BUMN Starup Day Jokowi juga menjelaskan bahwa pertumbuhan pengguna Internet Indoensia juga mengalami perkembangan dari setiap waktunya.
Masyarakat Indonesia menggunakan Internet sebesar 77 persen dari setiap hari 8 jam 36 menit bagi penggunanya.
“Pengguna Internet di Indonesia sudah mencapai 77 persen, dan penggunaanya 8 jam 36 menit setiap harinya,” Ucap Jokowi.
Baca Juga: Ini Lirik Lagu Hingga Tua Bersama dari Rizky Febian
Kepala negara ini juga menjelaskan bahwa posisi Startup Indonesia menempati posisi ke enam didunia.
“Pertama memang Amerika, India, UK, Kanada, Australi, indoenesia nomor enam, ini juga potensi yang besar,” Sambung Presiden Indinesia.
Menurut Jokowi banyak Startup Indonesia yang gagal pada awal merintis karena kesalahan terletak pada tidak melihatnya kebutuhan pasar.
Baca Juga: Sinopsis Preman Pensiun 6 Episode 27 Hari Ini 26 September 2022, Yayat Ketar-ketir Ditantang Didu
“Hati-hati 80 sampai 90 persen Startup gagal saat merintis karena sekali lagi tidak melihat kebutuhan pasar yang ada,” Ujar Jokowi.
“Yang kedua karena kehabisan dana,” Tambah Jokowi.***



















