BANTENRAYA.COM – Dunia hiburan di Tanah Air kembali berduka dengan kabar meninggalnya Cak Sapari seniman asal Surabaya pada hari ini, Kamis 15 September 2022.
Cak Sapari dikabarkan meninggal pada pukul 04.30 WIB dengan salah satu sebab kepergiannya menderita penyakit diabets.
Karena penyakit diabates yang dideritanya, Cak Sapari sempat pernah dirawat di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie pada Juni yang lalu.
Baca Juga: Peduli PPKS di Lingkungan Kampus, Untirta Bentuk Tim Pansel
Sebagai informasi, Cak Sapari adalah salah satu seniman ludruk legendaris asal Surabaya yang meninggal di usia 74 tahun karena diabetes.
Ternyata penyakit diabetes yang diderita Cak Sapari yang menyebabkan ia meninggal dunia di dalam ilmu kedokteran dan kesehatan dianggap salah satu dari 8 penyakit utama yang mengakibatkan kematian pada orang dewasa.
Sehingga artikel ini menyajikan informasi mengenai mitos dan fakta penyakit diabetes, dikutip Bantenraya.com dari p2ptm.kemkes.go.id.
Baca Juga: Sah! Deva Mahenra Keluar dari Sinetron Ikatan Cinta, Tulis Pesan Mendalam Untuk Para Penggemar
Berikut, di bawah ini terdapat informasi mengenai mitos dan fakta tentang penyakit diabetes yang menjadi sebab Cak Sapari seniman asal Surabaya meninggal.
Mitos: Orang dengan diabetes harus melakukan diet khusus.
Fakta: Diet makanan sehat bermanfaat bagi siapapun, termasuk orang dengan diabetes. Pola makanan sehat harus mengandung biji-bijian, sayuran dan buah, menghindari lemak trans, dan membatasi lemak larus dan karbohidrat olahan, terutama gula.
Mitos: Diabetes bukan masalah besar.
Fakta: Jika dibiarkan tidak diperiksa, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya.
Diabetes adalah salah satu dari 8 penyakit utama yang mengakibatkan kematian pada orang dewasa. Menderita diabetes memperbesar kemungkinan 2 kali lebih besar terkena serangan jantung.
Baca Juga: Masih Ikut Kejar Paket C, Said Fikriansyah Tegaskan Dirinya Bukan Hacker Bjorka
Diabetes adalah penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah, dan beberapa akibat jangka panjang yang membuat mutu hidup menjadi lebih rendah.
Mitos: Makanan ‘ramah diabetes’ dan ‘bebas gula’ baik bagi penderita diabetes.
Fakta: Makanan bebas gula kerap mengandung sejumlah kalori dan gula bahkan karbohidrat. Jadi mulailah membaca dengan teliti label makanan. Ingat, kata-kata ‘natural’ atau ‘asli alami’ tidak selalu berarti aman.
Baca Juga: Komar Si Bebeb Segera Tampil di Preman Pensiun 6? Mat Drajat: Wayang Kumaha Dalang
Mitos: Penyandang diabetes tidak dapat menyumbangkan darah.
Fakta: Penyandang diabetes tetap dapat menyumbangkan darah (donor darah) selama kadar gula darahnya terkendali.
Mitos: Perempuan penyandang diabetes sebaiknya tidak hamil.
Fakta: Dengan control atau pengendalian gula darah yang baik, perempuan penyandang diabetes tetap dapat mengandung dan melahirkan bayi yang sehat.
Mitos: Diabetes pada ibu hamil tak perlu dianggap serius karena akan menghilang begitu melahirkan.
Fakta: Pada 50-70% ibu hamil yang memiliki diabetes (diabetes gestational) saat mengandung, dia berisiko menderita diabetes tipe 2 dalam waktu 5-10 tahun setelah melahirkan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini 15 September 2022, Masih Tetap Stabil
Jika diabetes dibiarkan tanpa pengobatan, anak-anak yang lahir dari ibu yang menderita diabetes selama hamil berisiko menderita diabetes tipe 2 di usia dewasa.
Diabetes gestational hraus mendapat perhatian serius dan pengobatan.
Mitos: Penggunaan insulin saat hamil dapat memberi dampak buruk bagi bayi.
Baca Juga: Lirik Lagu Iki Uripku jadi Soundtract Film Lara Ati Lengkap dengan Terjemahannya dari Bayu Skak
Fakta: Insulin tidak memberi dampak buruk pada bayi, malah kadar gula yang tinggi bisa memberi dampak buruk pada bayi.
Hanya sedikit sekali insulin yang memasuki plasenta (dbandingkan tablet oral) sehingga aman digunakan untuk mengendalikan akdar glukosa dalam darah selama kehamilan karena pola makan dan olahraga saja tidak cukup.
Mitos: Penyandang diabetes dapat makan gandum tetap tidak dapat makan nasi.
Baca Juga: Ridwan Kamil Kenang Almarhum Anak Kesayangannya Eril Sebut Zara Resmi Memakai Jaket Almamater Eril
Fakta: Tidak benar. Baik gandum maupun nasi mengandung kadar karbohidrat (-70%) dan indeks glikemi yang sama.
Keduanya meningkatkan kadar gula secara sama. Dengan porsi terbatas, keduanya dapat dikonsumsi.
80% Penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2 dapat dicegah 1 dari 11 orang dewasa menderita diabetes di 2015.
Baca Juga: Lirik Lagu Musuh Wong Sugih jadi Soundtrack Film Lara Ati dari Bayu Skak
Demikianlah tentang mitos dan fakta terkait penyakit diabetes, penyakit yang menyebabkan seniman asal Surabaya, Cak Sapari meninggal dunia hari ini.***

















