BANTENRAYA.COM – Tiga Kecamatan di Kota Cilegon ternyata sama sekali belum memiliki bank sampah.
Dari data yang dibeberkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Ahmad Azis Setia Ade Purta pada Jumat, 9 September 2022, hanya ada Kecamatan Citangkil, Ciwandan, Grogol, Pulomerak dan Jombang yang punya bank sampah.
Tidak adanya bank sampah dimungkinkan karena belum adanya warga uang ingin mengelola persampahan yang sebenarnya memiliki nilai ekonomis.
Baca Juga: Mayoritas untuk Honor, Bawaslu Kota Serang Ajukan Rp 15,5 M Untuk Pilkada Kota Serang 2024
“Kalau bank sampah itu kan yang kelola warga langsung, jadi nanti kami akan dorong supaya setiap kecamatan itu ada bank sampah. Bahkan, setiap kelurahan ada,” ucapnya.
“Hanya Cibeber, Cilegon dan Purwakarta yang belum ada. Jadi nanti akan kami dorong kepada kelurahan dan kecamatan,” ujarnya.
Saat ini, jelas Azis ada sekitar kurang lebih 7.000 meter kubik sampah yang masuk di TPSA Bagendung per hari. Dengan bank sampah diharapkan bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke lokasi.
“Ada bank sampah ini kan akan menyortir mana yang bisa diambil dan punya nilai ekonomio untuk non organik. Kalau organik itu nanti untuk pupuk,” ucapnya.
“Jadi kalau sudah tersortir itu maka lebih banyak yang akan dikelola dari pada dibuang. Jadi untuk sampah industri diperkirakan 120 meter kubik, sampah rumah tangga 150 meter kubik, pertokoan itu 30 meter kubik dan yang langsung dikelola TPSA lewat armada ada 400 meter kubik,” jelasnya. *
















