BANTENRAYA.COM – Oki Alpukat sebagai penjual khusus buah alpukat, menawarkan aneka jenis alpukat yang berkualitas berukuran jumbo dan harga yang murah.
Owner Oki Alpukat Labib Mawahib mengatakan, alpukat di pasaran kerap dianggap sebagai buah yang mahal sehingga menjadi keresahan sejumlah pedagang.
Menurutnya, alpukat memiliki segmen yang luas baik untuk dikonsumsi, dibuat jus, hingga pelaku UMKM yang berkreasi dengan membuat alpukat kocok.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Wisata Kuliner Buka Puasa Saat Ramadan 2026, Paling Hits di Indonesia
“Saya sendiri jualan jus, dan yang paling banyak diminati itu alpukat namun marginnya sangat tipis, karena harganya mahal. Saya ingin, alpukat ini bisa dinikmati oleh banyak orang dengan harga terjangkau,” kata Labib kepada Bantenraya.com di Jalan Raya Krawatwatu, Kabupaten Serang, Rabu 18 Februari 2026.
Harga alpukat yang dijual di toko buah tersebut mulai dari Rp18 ribu, untuk varian alpukat mentega, sementara untuk jenis pluang, alpukat madu hingga alpukat markus yang berukuran jumbo harga Rp25 ribu per kilogram.
“Hampir semuanya ada cuma enggak setiap hari ready misalnya untuk sekarang nih alpukat madu ini dia karakteristiknya unik kalau matang warna hitam sama ada rasa manisnya,” ungkapnya.
Di pasaran, Labib mengaku harga alpukat terbilang cukup mahal yakni mencapai Rp28 ribu perkilogram. Padahal, buah ini bukan buah musiman, dengan periode panen selama tiga bulan.
“Dan problem ini dirasakan oleh pedagang lain juga. Untuk penjualan grosir tentu akan ada potongan khusus, misalnya beli 10 kilogram, akan ada diskon Rp2 ribu per kilogramnya,” jelas Labib.
Oki Alpukat mendapatkan animo yang positif dari masyarakat. Terbukti dari empat cabang yang beroperasi dalam kurun waktu 6 bulan terakhir mampu menjual 2 hingga 5 ton buah per pekan.
“Kita buka setiap hari kecuali hari Jumat, cabang kita ada di Wanasari, Taktakan, dan Cilegon dan pusatnya di Kramatwatu. Sejumlah pembeli juga merasa heran, kok ada alpukat sebanyak ini,” tuturnya.
Pasokan buah alpukat biasanya dikirim dari wilayah pulau Jawa, kreatifitas para petani buah alpukat mulai dari cangkok hingga skema lainnya membuat buah ini berkualitas baik.
“Untuk alpukat narkus atau kendil ini tingkat kematangannya tinggi, jadi potensi gagalnya itu kecil, dan dagingnya bisa setebal 5 centimeter,” kata Labib.***


















