BANTENRAYA.COM – Genteng tanah liat menjadi sorotan usai Presiden Prabowo Subianto mencanangkan gerakan gentengisasi atau memasifkan penggunaan genteng yang terbauat dari tanah liat untuk digunakan.
Salah seorang pengerajin genteng di Kota Serang Zulkifli, menyambut gembira rencana tersebut, lantaran dalam beberapa tahun terakhir produksi genteng milikya turun derastis imbas masifnya jenis genteng yang terbuat dari bahan metal.
“Kalahnya disitu kita, turun derastis penjualan genteng tanah liat biasanya 1 bulan itu minimal 50 ribu, kalau sekarang 30 ribu saja susah payah, bersyukur lah gitu,” kata Zulkifli kepada Bantenraya.com, di Karundang, Cipocok Jaya, Kota Serang Rabu 18 Februari 2026.
Selain itu, produksi genteng tanah liat miliknya mampu menyerap tenaga kerja hingga 25 orang, sehingga bisa menggerakkan perekonomian di daerah.
Hal tersebut sekaligus menandakan jika genteng tanah liat menjadi komoditas yang diandalkan oleh sejumlah daerah termasuk di Kota Serang.
“Saya menekuni usaha ini sudah lebih dari 30 tahun lalu, yang bekerja disini ada 25 orang kalau berjalan bisa buat menghidupi keluarga juga,” imbuhnya.
BACA JUGA : Niat Mau Ngabuburit, Kedua Bocah Perempuan Bersama Motornya Ini Malah Terjebak di Genteng Orang
Adapun bahan baku tanah liat, biasanya para pengerajin di Kota Serang memanfaatkan bahan dari lokasi sekitar bekerja sama dengan pemasok tanah liat, atau jika stok sedang sedikit bahan dikirim dari area pulau Jawa.
“Kita produksi semua disini, kita punya mesin cetak yang memudahkan pekerjaan, beda dengan dulu harus pakai tangan,” ucap Zulkifli.
Zulkifli memberikan nama brand Genteng Super Cilegon dengan harga jual Rp1.200 per unit genteng, karena dulunya pusat produksi genteng ada di Cilegon.
“Karena sudah banyak perumahan jadi di Cilegon tutup, untuk yang jenis genteng mantili ukuran lebih besar dan tebal harganya Rp2.500 per unit,” ungkapnya.
Menurutnya, sudah ada sejumlah pihak yang melakukan survei terhadap produksi genteng tanah liat miliknya, usai program gentengisasi digaungkan.
“Kemarin ada 6 orang kesini, langsung tanya-tanya soal genteng semoha saja bisa deal dan produksi meningkat lagi,” papar Zulkifli.
Sebagai informasi, untuk satu kali produksi, biasanya para pengerajin membuat sebanyak 12 ribu unit genteng tanah liat dalam kurun waktu 1 bulan.
BACA JUGA : Gara-Gara Genteng Bocor Picu Korsleting, Rumah Warga Kota Serang Ludes Terbakar
“Kalau cuacanya panas 15 hari saja sudah jadi, namun hujan belakangan ini tinggi jadi sebulan sekali saja kita produksi,” kata . (***)
















